Seragam Putih untuk Papa: Kisah Haru Zaskia Hamid Lolos Paskibraka Halteng

Sebarkan:
Zaskia Hamid, Siswi SMA Negeri 6 Halmahera Tengah
HALTENG, PotretMalut - Di balik senyum tegar seorang calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Tengah, tersimpan kisah perjuangan yang menyentuh hati.

Zaskia Hamid (16), siswi SMAN 6 Halmahera Tengah, membuktikan bahwa kehilangan bukan penghalang untuk mengukir prestasi tertinggi.

Zaskia sukses lolos menjadi anggota Paskibraka Halteng tahun 2026. Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Maryati Karim dan almarhum Hamid Buba ini, dikenal sebagai siswi yang aktif dan berprestasi di sekolahnya. Selain meraih juara dua di kelasnya, ia juga aktif di OSIS dan menjabat sebagai Ketua Gugus Depan Pramuka.

Namun, ada ruang hampa di balik setiap pencapaiannya. Sang ayah telah berpulang sejak Zaskia masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar.

"Jujur, saya masih sedih sampai sekarang. Sejak papa meninggal, setiap kegiatan sekolah, lomba, sampai prestasi yang saya raih, tidak pernah lagi didampingi sosok papa," ungkap Zaskia dengan nada lirih, saat diwawancarai, Senin (03/p8/2026).

Bagi Zaskia, memakai seragam putih Paskibraka bukan sekadar kebanggaan seremonial. Ini adalah bentuk dedikasi dan perjuangan demi membanggakan keluarga, khususnya almarhum sang ayah.

Rekam jejak Zaskia di dunia kepaskibrakaan terbilang gemilang. Pada tahun 2025, ia dipercaya menjadi pembawa baki di tingkat kecamatan. Kegigihannya berbuah manis saat ia kembali lolos seleksi ketat di tingkat kabupaten untuk tahun 2026.

Menjelang hari pengukuhan yang dijadwalkan pada 14 Agustus mendatang, kerinduan mendalam kembali menyelimuti hatinya.

"Saya ingin sekali pada hari pengukuhan nanti papa bisa mendampingi saya seperti papa teman-teman yang lain. Tapi Allah punya rencana berbeda, papa sudah lebih dulu pergi," ujarnya.

Meski kehilangan pilar pelindung sejak kecil, Zaskia bersyukur memiliki sang ibu, Maryati Karim, yang menjadi sumber kekuatan utamanya. Dukungan dan doa tanpa henti dari ibunya yang mendampingi langkah Zaskia hingga berada di titik ini.

Zaskia menitipkan pesan mendalam yang penuh haru untuk kedua orang tuanya."Saya mencintaimu, Papa. Saya juga sangat mencintaimu, Mama. Semoga Allah SWT menempatkan Papa di tempat terbaik di sisi-Nya. Semua prestasi ini saya persembahkan untuk Papa dan Mama," tutupnya.

Kisah Zaskia Hamid menjadi refleksi nyata bahwa kerinduan mendalam bisa bertransformasi menjadi energi positif. Kehilangan tidak melulu memadamkan mimpi, tetapi justru melahirkan semangat juang untuk membanggakan orang-orang tercinta yang abadi di dalam hati. (Calu)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini