Sinergi Bea Cukai Maluku dan PJT: Putus Rantai Rokok Ilegal Lewat Jalur Pengiriman

Sebarkan:
Foto usai coffe morning
AMBON, PotretMalut - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Maluku, memperkuat kolaborasi bersama Perusahaan Jasa Titipan (PJT) di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Langkah strategis ini diambil untuk memutus mata rantai peredaran rokok ilegal sekaligus memperkuat budaya integritas di sektor logistik.

Komitmen tersebut dikemas dalam acara Coffee Morning bertajuk "Sinergi Bea Cukai dan PJT Memutus Mata Rantai Peredaran Rokok Ilegal dan Peningkatan Budaya Integritas" di Aula Kanwil DJBC Maluku, Ambon, Rabu (21/5/2026). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Maluku, Estty Purwadiani Hidayatie, beserta jajaran KPPBC Ambon, Ternate, dan Tual yang juga diikuti secara daring.

Kepala Kanwil DJBC Maluku mengungkapkan bahwa pesatnya perdagangan digital dan konektivitas logistik membawa tantangan baru. Salah satunya adalah maraknya penyelundupan rokok ilegal lintas wilayah yang memanfaatkan jalur domestik.

"Modus operandi peredaran rokok ilegal kini bergeser melalui paket kiriman domestik berskala kecil untuk menghindari pengawasan petugas," ujar Estty.

Dalam forum komunikasi tersebut, para pelaku PJT dibekali dengan berbagai materi krusial untuk meningkatkan kewaspadaan di lapangan, antara lain:

Identifikasi Produk: Pengenalan ciri-ciri fisik rokok ilegal.

Deteksi Dini: Pemahaman modus pengiriman barang ilegal lewat jasa kurir.

Budaya Bersih: Sosialisasi pengendalian gratifikasi untuk pelayanan publik yang profesional.

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen menjaga perbatasan negara dari barang ilegal, Kanwil DJBC Maluku memberikan penghargaan khusus kepada dua asosiasi pelopor, yakni ASPERINDO Cabang Ambon dan ALFI Maluku.

Estty menegaskan bahwa pengawasan distribusi barang kiriman tidak bisa dilakukan sepihak oleh Bea Cukai. PJT memiliki posisi sangat strategis dalam rantai logistik nasional untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.

"Melalui sinergi ini, diharapkan penerimaan negara dapat terjaga, persaingan usaha tetap sehat, dan kesehatan masyarakat terlindungi," pungkasnya. (Calu)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini