RN Malut Sebut KPU Halsel Tidak Dapat Dipercaya

Sebarkan:

Ketua DEW RN Malut, Nurcholish Rustam (doc. Pribadi)

TERNATE, PotretMalut - Dewan Eksekutif Wilayah Rampai Nusantara Provinsi Maluku Utara (DEW RN Malut) meragukan kredibilitas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Halmahera Selatan.

Pasalnya, hingga hari ke-13 usai pungut hitung suara, progres dalam Sirekap KPU baru mencapai 3,01% atau 27 dari 897 TPS yang tersebar di Halsel.

Progres Sirekap Kabupaten Halsel

Ketua DEW RN Malut, Nurcholish Rustam mengatakan, ada komisioner KPU yang menjelaskan belum terinputnya hasil perhitungan disebabkan kendala jaringan.

"Ada komisioner KPU Halsel yang menjelaskan kendala jaringan sehingga banyak data yang belum di input ke Sirekap," Sebut Nurcholish saat ditemui, Selasa, (27/02/2024).

Pria yang akrab disapa Cholis ini menyebutkan, pihaknya menunggu pernyataan resmi dari KPU Halsel terkait alasan kendala jaringan tersebut.

Cholis menjelaskan, alasan jaringan adalah alasan tak logis, sebab di daerah lain yang memiliki kendala hampir sama, progres dalam Sirekap hampir mencapai 50%, bahkan ada yang sudah melebihi 50%.

"Misalnya, Kabupaten Pulau Morotai progresnya 20,87% dan Pulau Taliabu 66,67%," jelasnya.

Olehnya itu, sebutnya, Badan Pengawas Pemilu dan KPU Provinsi harus meninjau keseluruhan proses pungut hitung mulai dari tingkat TPS hingga PPK (kecamatan) di Kabupaten Halsel.

"Kami mengindikasikan terjadi pergeseran angka-angka dari proses yang tertutup seperti itu," ujarnya.

Sebagian daerah di Halsel telah memiliki jaringan, lambannya progres input membuat kami merasa was-was (khawatir) dan curiga ada permainan didalamnya.

"Apalagi prosesnya semua tingkatan, mulai dari Presiden hingga DPRD Kabupaten. Bawaslu dan KPU Provinsi harus meninjau permasalahan di Halsel," pungkasnya. (Mail/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini