Aksi Pengamanan Harita: Tali Jemuran dan Body Sixpack Jadi Tameng Hadapi Massa

Sebarkan:
Ketegangan Antara Massa Aksi dengan oknum Keamanan Harita (Foto: Ar)
HALSEL, PotretMalut - Aksi demonstrasi yang digelar Koalisi Pemerhati Masyarakat Pulau Obi di depan Kantor PT Harita Group Cabang Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, berlangsung memanas.

Aksi sebagai bentuk protes atas dugaan penyerobotan lahan kebun milik Alimusu La Damili, warga Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan ini, sempat diwarnai insiden adu mulut antara massa aksi dan oknum pengaman perusahaan.

Pantauan Potretmalut.com di lokasi, aksi demonstrasi masih berlangsung ketika Sardi Hongi selaku orator menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara. Dalam orasinya, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan sanksi tegas kepada PT Trimegah Bangun Persada (TBP) yang merupakan bagian dari Harita Group, jika terbukti melanggar hak masyarakat.

"Presiden Prabowo harus turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada PT TBP jika terbukti merampas hak masyarakat Pulau Obi," teriak Sardi Hongi dari atas mobil komando.

Massa aksi yang tiba di Kantor Harita Group Cabang Bacan sekira pukul 15.40 WIT, dihalangi tali jemuran berwarna hijau tua gelap yang di ikat melintang di kedua sisi tiang kantor dengan ukuran kurang lebih 25 meter, sebagai tanda larangan agar massa aksi tidak boleh memasuki area kantor. Disisi lain, menghalangi pengguna jalan trotoar.

Tali jemuran ini terpantau di sepanjang pematang jalan atau trotoar, fasilitas umum milik Pemda Halmahera Selatan. Jarak kantor ke trotoar ditaksir 1 meter. Ini bukti sabotase aset milik Pemda setempat.

Hingga berujung sikap dari seorang yang diduga merupakan kepala keamanan Kantor Harita Nickel Cabang Bacan, berinisial R atau disapa Jo.

Ia tampil gagah dan berani. Postur tubuhnya tinggi, berbody sixpack, menggunakan kaos hitam lengan pendek, dengan topi hitam berlogo banteng. Ia nampak terganggu dengan kehadiran massa aksi saat membakar tiga buah ban motor tepat pukul 16.15 waktu setempat, sebagai simbol kemarahan. Api kemudian di matikan pihak Harita Group menggunakan air.

Jo lantas mengamuk dan mendorong salah satu massa aksi Munawir Nandar, ketua GMNI Halmahera Selatan, sembari melontarkan ancaman. Situasi sempat memanas. Peristiwa itu memicu ketegangan di lokasi aksi, hingga membuat Munawir bereaksi keras terhadap tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Munawir menegaskan, dirinya tidak menerima tindakan intimidatif terhadap massa aksi yang sedang menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Ia bahkan menyatakan akan menggelar aksi lanjutan serta bakal melaporkan oknum pengaman perusahaan tersebut ke pihak kepolisian atas dugaan tindakan intimidasi terhadap peserta aksi.

"Kami datang menyampaikan aspirasi masyarakat secara terbuka. Kalau ada tindakan intimidasi seperti ini, tentu akan kami lawan secara hukum," tegas Munawir. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini