![]() |
| Kepala DPMD Halmahera Tengah, Bustami Jamal |
Kepala DPMD Kabupaten Halmahera Tengah, Bustami Jamal, menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan adanya dukungan anggaran hibah daerah. Meski sempat mengalami penundaan akibat penyesuaian anggaran pascakonflik di Sibenpopo, pemerintah berkomitmen program ini segera berjalan.
"Setelah anggaran disesuaikan, program rumah layak huni akan segera dijalankan," tegas Bustami saat memberikan keterangan, Jumat (24/4/2026).
Bustami mengungkapkan bahwa awalnya pemerintah daerah mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp47,8 miliar. Namun, akibat konflik yang terjadi di Sibenpopo, sekitar Rp7 miliar dialihkan untuk biaya pemulihan di desa tersebut.
Saat ini, sisa anggaran sebesar Rp40,8 miliar siap didistribusikan secara merata kepada 61 desa definitif dan 11 desa persiapan di seluruh wilayah Halmahera Tengah.
Program ini akan mencakup dua kategori utama, yakni renovasi dan pembangunan baru dengan rincian biaya:
Renovasi Rumah: Dialokasikan sebesar Rp100 juta per unit.
Pembangunan Rumah Baru: Dialokasikan sebesar Rp150 juta per unit yang bersumber dari ADD.
Selain pembangunan fisik, anggaran hibah daerah tersebut juga mencakup program insentif bagi kelompok rentan. Target penerima manfaat meliputi lansia, penyandang disabilitas, yatim piatu, ibu hamil, dan janda.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di tingkat desa, sekaligus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Halmahera Tengah. (Calu/red)
