![]() |
| Bupati Halsel Dialog Langsung dengan ARPN dan organisasi pemuda Faisinglo |
Semangat Membangun dari Desa
Bertempat di Lapangan MTQ Desa Maffa, Bupati Bassam Kasuba secara simbolis menyerahkan alat kerja kepada Satgas TMMD yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan warga. Mengusung tema "Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa", program hasil kolaborasi dengan Kodim 1509/Labuha ini menargetkan renovasi rumah tidak layak huni, perbaikan jalan setapak, yang direncanakan rampung pada 21 Mei mendatang.
"Saya minta masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung penuh agar seluruh target kegiatan berjalan optimal," ujar Bassam dalam amanatnya di depan Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul dan Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan.
Protes di Balik Seremonial
Harapan Bupati untuk partisipasi aktif justru berbenturan dengan realita di lapangan. Aliansi Rakyat Peduli Negeri (ARPN) dan organisasi pemuda Faisinglo melakukan aksi keras di Kantor Desa Maffa. Bangunan kantor penuh dengan coretan tuntutan: “Copot Kades Maffa” hingga “Tidak Ada Keadilan”.
Aktivitas pelayanan desa lumpuh total akibat boikot. Warga menuding adanya penyalahgunaan dana desa periode 2023-2025 yang hingga kini belum menemui titik terang. Tak hanya itu, masuknya program TMMD pun diprotes karena dianggap minim sosialisasi dan bersifat top-down.
"Dana desa adalah instrumen pembangunan berbasis kepercayaan publik. Pengelolaannya harus terbuka dan akuntabel. Kami tidak hanya mendorong pergantian figur, tapi perbaikan sistem yang sehat," tegas Koordinator Lapangan, Taufik Hidayat.
Dialog di Sela Kunjungan
Ketegangan sempat berlanjut hingga ke Desa Lalubi saat agenda peletakan batu pertama rumah layak huni. Namun, situasi mencair ketika Bupati Bassam memilih langsung menemui massa untuk berdialog.
Di hadapan Bupati, warga meluapkan empat tuntutan utama:
1. Pencopotan Kepala Desa Maffa.
2. Perbaikan jalan kampung.
3. Penangguhan program TMMD hingga ada kejelasan.
4. Pergantian anggota BPD yang dianggap tidak prosedural.
Tenggat Satu Minggu
Merespons tuntutan tersebut, Bupati Bassam meminta waktu satu minggu untuk memproses laporan warga dan menginstruksikan Camat Gane Timur untuk segera memfasilitasi mediasi.
Sebagai langkah cepat, Camat Gane Timur Jaishl Ishak telah menjadwalkan pertemuan krusial pada Kamis (23/04/2026) esok pukul 09.30 WIT. Forum ini akan menjadi ajang pembuktian transparansi dana desa sekaligus penyelesaian polemik TMMD.
Warga menegaskan, jika dalam satu minggu tidak ada keputusan konkret, mereka akan melakukan boikot total terhadap seluruh aktivitas pemerintahan desa dan menarik diri dari seluruh kegiatan TMMD di wilayah mereka. (Tim/red)
