Apresiasi Prestasi di TISF 2026, dr. Haryadi Desak Pemda Daftarkan HAKI Temuan Siswi SMA 2 Haltim

Sebarkan:
Sektretaris Komisi IV DPRD Malut dan Sekertaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan Malut menjemput peserta lomba TISF di Bandara Sulta Babullah
TERNATE, PotretMalut - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Maluku Utara di kancah internasional. Dua siswi SMA Negeri 2 Halmahera Timur, Sitti Namira Said dan Wibi Hamidah, berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Terengganu International Science Fair (TISF) 2026 yang berlangsung di Malaysia, 16-20 April.

Kedua siswi tersebut sukses meraih Gold Award (Medali Emas) dan Best Poster melalui penelitian inovatif berjudul "Banana Peel Extract Biomulch as a Sustainable Mulching Strategy to Support Nutmeg Cultivation: A Preliminary Study from East Halmahera, Indonesia". Penelitian ini mengangkat potensi limbah kulit pisang sebagai mulsa organik untuk mendukung budidaya pala di Halmahera Timur.

Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Utara, dr. Haryadi Ahmad, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Menurutnya, keberhasilan mengalahkan ribuan kompetitor dari berbagai negara membuktikan bahwa pelajar Maluku Utara mampu bersaing di level global.

"Ajang ini diikuti kurang lebih 3000 peserta dari berbagai negara, dan perwakilan Maluku Utara keluar sebagai juara. Ini menunjukkan bahwa prestasi anak-anak kita tidak kalah dengan daerah lain, bahkan negara lain," ujar legislator asal Dapil III (Halteng, Haltim, Tikep) tersebut.

Haryadi juga memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Kepala Sekolah SMA N 2 Haltim, Syamsul Rijal A. Gani, S.Pd, M.Pd, guru pendamping, serta para sponsor yang telah mendukung keberangkatan tim hingga ke Malaysia.

Tak hanya sekadar seremoni, dr. Haryadi mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret pasca-kemenangan ini. Ia meminta pemerintah segera mendaftarkan hasil penelitian tersebut untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar temuan ini resmi menjadi milik Provinsi Maluku Utara.

"Hasil penelitian ini jangan hanya berakhir di atas panggung. Harus dipikirkan cara agar bisa diproduksi secara massal dan dimanfaatkan oleh petani kita. Kami juga mendesak Pemda untuk segera melengkapi fasilitas penunjang di sekolah-sekolah agar bibit-bibit prestasi seperti ini terus bermunculan," tegasnya.

Ia berharap pencapaian SMA Negeri 2 Haltim ini, menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain di Maluku Utara, untuk berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional demi mengharumkan nama daerah dan Indonesia. (Tim/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini