Terkait Jual-Beli Pulau Mor, ini Penjelasan Kadisparekraf Halteng

Sebarkan:
Kadisparekraf Halmahera Tengah, Salmun Saha
HALTENG, PotretMalut - Isu penjualan Pulau Mor, Kecamatan Patani, Halmahera Tengah kepada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, cukup meresahkan masyarakat.

Isu ini memunculkan sejumlah aksi protes berupa spanduk penolakan, juga imbauan agar masyarakat tidak menjual tanahnya yang berada di pulau tersebut.

Bahkan pada Rabu, 7/5 bertempat di Pandopo Desa Wailegi, digelar rapat dengar pendapat antara masyarakat dengan Pemerintah Kecamatan Patani, juga Kepala Desa dan BPD se Kecamatan Patani.

Pertemuan antara Masyarakat, Pemerintah Kecamatan Patani, serta Kepala Desa dan BPD se Kecamatan Patani
"Pertemuan ini digelar intinya, masyarakat menolak secara tegas jual beli Pulau Mor," ungkap Tokoh Pemuda Desa Wailegi, Alikhan Karim kepada wartawan PotretMalut.com.

Alikhan menyebutkan, Pulau Mor merupakan harta warisan leluhur yang harus dijaga, sehingga jika pulau itu dijual, maka sama saja masyarakat menunggu kehancuran.

"Pulau Mor adalah warisan dari para leluhur untuk keberlanjutan anak cucu, jika ini dijual atau di kontrak, maka kita hanya menunggu kehancuran. Kami telah meminta pemerintah kecamatan dan desa, membuat surat pernyataan penolakan jual-beli Pulau Mor," sebutnya tegas.

Langkah jual-beli Pulau Mor kepada PT IWIP ini, diketahui untuk pengelolaan pariwisata di Pulau tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Halmahera Tengah, Salmun Saha saat dikonfirmasi pada Minggu, (11/09/2025) membenarkan hal tersebut.

Salmun menyebutkan, PT IWIP berminat untuk mengelola beberapa spot di Pulau Mor untuk dijadikan destinasi wisata.

"Iya, hanya beberapa spot saja yang PT IWIP mau bangun destinasi. Tidak semua pulau," sebutnya.

Salmun mengaku, pihak PT IWIP berkeinginan membebaskan beberapa spot dengan membeli. Meski begitu, sebutnya, semua tergantung masyarakat.

"Makanya masyarakat diberi ruang membuat rapat. Kemarin pertemuan dengan Kepala-kepala Desa itu untuk melihat bagaimana tanggapan masyarakat," terangnya. (red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini