![]() |
| Ketua Umum Badko HMI Maluku Utara |
Ketua Umum Badko HMI Maluku Utara, Akbar Lakoda, menegaskan bahwa keberanian Presiden Prabowo berbicara di panggung dunia menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan tidak memihak (Non-Blok), namun tetap aktif dalam menentukan arah ekonomi global.
"Presiden Prabowo di Davos telah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukan lagi objek pasar, melainkan subjek strategis dalam ekonomi dunia. Diplomasi ini adalah langkah cerdas untuk menarik investasi yang bermartabat, terutama dalam hilirisasi industri dan energi hijau yang menjadi tumpuan masa depan bangsa," ujar Akbar.
Terkait kebijakan pembangunan 1.500 kapal tangkap untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Badko HMI Maluku Utara memandangnya sebagai revolusi maritim yang sudah lama dinantikan.
"Indonesia adalah bangsa pelaut. Kebijakan pembuatan 1.500 kapal ikan ini adalah jawaban konkret atas tantangan kedaulatan maritim kita. Ini bukan sekadar angka, melainkan pesan tegas bahwa setiap jengkal perairan Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, harus diisi oleh armada yang tangguh hasil karya anak bangsa sendiri," tegasnya.
Menurut Ketua Umum Badko HMI Maluku Utara, kebijakan ini memiliki dampak domino yang luar biasa secara nasional. Pertama, memperkuat posisi tawar Indonesia di wilayah sengketa dan jalur perdagangan internasional. Kedua, menghidupkan galangan kapal dalam negeri dan membuktikan bahwa SDM Indonesia mampu memproduksi teknologi pertahanan secara mandiri. Ketiga, dengan armada yang kuat, distribusi logistik ke seluruh pelosok tanah air akan lebih efektif, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa.
Selain sektor ekonomi, Badko HMI Maluku Utara memberikan apresiasi khusus terhadap penguatan kerja sama pendidikan dengan Inggris. Pertemuan Presiden dengan 24 profesor dari universitas elit seperti Oxford, Imperial College London, dan King’s College London menjadi bukti nyata fokus pemerintah pada kualitas intelektual.
"Rencana pendirian 10 kampus baru di bidang Kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) adalah terobosan besar. Program pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pembukaan cabang universitas Inggris di Indonesia, akan memastikan bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing di cakrawala global (Endless Horizons) tanpa harus kehilangan identitas nasionalnya," tegasnya.
Sebagai bagian dari elemen intelektual muda di wilayah timur Indonesia, Badko HMI Maluku Utara berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mengawal visi besar pemerintah ini.
"Kami di Maluku Utara, sebagai representasi wilayah kepulauan, merasa bangga. Kebijakan ini adalah bentuk pengakuan bahwa masa depan Indonesia ada di laut. Kami mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membawa kapal besar bernama Indonesia ini menuju Indonesia Emas 2045," tutup Akbar. **
