![]() |
| Pekerjaan Jalan Lapen Makian Barat |
Dikerjakan oleh CV Tiga Putri Mandiri dengan masa kontrak 189 hari kalender, proyek ini bukan tanpa tantangan. Letak geografis memaksa pihak kontraktor melakukan perjuangan ekstra.
Faktor utama yang menjadi tantangan terbesar proyek ini adalah mobilisasi material. Demi menghasilkan jalan yang kokoh, seluruh kebutuhan pasir dan batu tidak diambil dari area lokal, melainkan didatangkan langsung dari Pulau Bacan.
Material-material tersebut harus diarungi melewati lautan menuju Kecamatan Makian Barat menggunakan kapal penyeberang khusus jenis Landing Craft Tank (LCT). Meski memakan waktu dan tenaga, langkah ini terus konsisten dilakukan demi menjaga kelancaran suplai di lokasi proyek.
"Iya, kalau proyek jalan lapen di Makian Barat materialnya diangkut menggunakan LCT dari Bacan. Kalau tidak ada kendala, kami pastikan progres pekerjaan segera tuntas akhir Desember ini," ujar Ridwan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, Selasa (03/11/2026).
Terkait adanya sorotan dari warga mengenai beberapa titik aspal yang dinilai belum rata, Ridwan memberikan respons terbuka. Ia mengapresiasi perhatian tersebut sebagai bentuk fungsi kontrol sosial yang positif.
"Proyek jalan lapen di Makian Barat ini masih berjalan. Jadi, kalau ada bagian badan jalan yang dirasa belum rata selama proses pengaspalan, itu sangat wajar dan pastinya langsung kami benahi karena pekerjaan belum seratus persen selesai," ujar Ridwan,
Ridwan juga meminta masyarakat untuk terus mengawal ketat proyek ini hingga tuntas demi memastikan hasil akhir yang sesuai dengan spesifikasi teknis.
Dengan sisa panjang jalan sekitar 1,6 kilometer lagi, Dinas PUPR optimis proyek ini akan selesai sesuai target. Jika tidak ada kendala cuaca atau kendala teknis yang berarti di lapangan, masyarakat Makian Barat dipastikan sudah bisa menikmati jalan baru yang mulus pada akhir Desember 2026. (Ar/red)
