Kapasitas Bandara Oesman Sadik Labuha Akan Ditingkatkan

Sebarkan:
Pembahasan Peningkatan Kapasitas Bandara Oesman Sadik Labuha Antara Kepala Bandara Oesman Sadik Labuha dengan Pemda Halmahera Selatan di Ruang Rapat Bupati
HALSEL, PotretMalut - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berencana melakukan peningkatan kapasitas Bandara Oesman Sadik Labuha, guna mendukung pengembangan konektivitas udara antar wilayah. Salah satu fokus utama dalam rencana tersebut adalah perpanjangan landasan pacu (runway), agar mampu melayani penerbangan dengan jangkauan yang lebih jauh.

Kepala Bandara Oesman Sadik Labuha, Muhammad Hariddin, mengatakan bahwa Bupati Halmahera Selatan menginginkan peningkatan kapasitas pesawat eksisting jenis ATR 72, yang saat ini beroperasi di bandara tersebut. Dengan panjang landasan pacu yang masih 1.650 meter, jangkauan penerbangan dinilai belum maksimal.

"Landasan pacu perlu ditingkatkan agar jangkauan penerbangan bisa lebih jauh, sehingga ke depan memungkinkan penerbangan langsung menuju Makassar dan Manado," katanya, Selasa (13/01/2026).

Untuk mendukung rencana tersebut, lanjut Hariddin, diperlukan penambahan lahan yang cukup. Berdasarkan hasil pembahasan sementara bersama pihak terkait, kebutuhan lahan tambahan diperkirakan mencapai sekitar 350 meter dengan lebar 150 meter.

"Jika rencana ini terealisasi, maka panjang landasan pacu Bandara Oesman Sadik akan bertambah dari 1.650 meter menjadi 2.000 meter," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan, Ramly Manui, menyampaikan bahwa pembahasan peningkatan kapasitas bandara telah dilakukan secara menyeluruh dan bahkan sudah masuk pada tahap awal penyusunan masterplan pengembangan bandara.

"Alhamdulillah, pembahasan sudah kita lakukan dan sejak awal sudah langsung sampai pada penyusunan masterplan," ucapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pihak pertahanan, pengelola aset, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya guna mendukung rencana pengembangan Bandara Oesman Sadik.

Menurut Ramly, kebutuhan anggaran untuk peningkatan kapasitas Bandara Oesman Sadik Labuha diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 miliar. Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan fisik pengembangan bandara tersebut dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2026.

"Pengembangan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Halmahera Selatan," pungkasnya. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini