Pada kesempatan itu, Bassam menyebut bahwa pers merupakan garda terdepan dalam menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat.
Menurutnya, insan pers berperan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan melalui penyampaian informasi yang benar kepada publik. Media massa, lanjut Bassam, memiliki tanggung jawab dalam setiap produk jurnalistik yang disampaikan. Hal tersebut berbeda dengan informasi di media sosial yang kerap tidak disertai tanggung jawab.
"Berbeda dengan media sosial yang ekspresinya kadang tidak bertanggung jawab, banyak informasi bohong dan fitnah yang justru memicu konflik di masyarakat," ujarnya.
Politisi PKS Halsel ini menambahkan, pers juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, dalam menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
"Wartawan adalah suara rakyat, bahkan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif," tuturnya.
Ia menilai, ketika terjadi persoalan di berbagai sektor, media hadir untuk menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik.
"Kalau ada infrastruktur rusak, rumah warga tidak layak huni, atau persoalan lain, media cepat memberitakan sehingga menjadi perhatian pemerintah. Dalam situasi konflik pun, pers tetap berada di depan menyampaikan informasi kepada masyarakat," pungkasnya. *
