![]() |
| Pelatihan Instruktur BHD RSUD Labuha |
Agenda ini menjadi langkah nyata pihak manajemen dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan karyawan saat menghadapi kondisi gawat darurat.
Peserta kegiatan merupakan para pegawai terpilih yang telah berpengalaman dalam penanganan kasus henti jantung. Melalui pelatihan ini, mereka mendapatkan penyegaran pemahaman materi sekaligus keterampilan praktis.
Fokus utama program ini adalah penanganan cepat pada kondisi darurat henti napas dan henti jantung, sebelum pasien menerima tindakan medis lanjutan.
Pihak rumah sakit menghadirkan dr. Nadia Fitrianti, Sp.An-TI, selaku Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif sebagai instruktur utama. Dalam sesi pemaparannya, dr. Nadia membekali peserta dengan teori mendalam dan praktik langsung, termasuk teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Ia juga menegaskan krusialnya peran seorang instruktur dalam menyebarkan ilmu pertolongan pertama yang cepat dan tepat.
"Tindakan awal yang benar bisa menyelamatkan nyawa. Karena itu, kemampuan dasar seperti Bantuan Hidup Dasar sangat penting dimiliki oleh seorang Instruktur," ujar dr. Nadia di sela-sela kegiatan.
Para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai berbagai skenario darurat di dalam maupun luar rumah sakit, tetapi juga menguji kemampuannya secara langsung menggunakan alat peraga medis.
Direktur RSUD Labuha, dr. Titin Andriyanti. Ia secara khusus berterima kasih kepada Kasubid Pelayanan Medis, Intan Sunarya, S.Kep., Ns., yang telah berhasil menyelenggarakan pelatihan penting ini.
"Kegiatan ini penting dilaksanakan karena kejadian henti jantung bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan bisa menimpa siapa saja," tegas dr. Titin.
Melalui pelatihan komprehensif ini, RSUD Labuha kembali membuktikan komitmennya untuk terus mendongkrak kualitas pelayanan publik. Khususnya dalam memantapkan kesiapan penanganan pertama pada kasus henti jantung di seluruh lingkungan masyarakat. (Ar/red)
