Hadapi Kemarau Panjang, Bupati Bassam Ajak Warga Halsel Gotong Royong dan Ketuk Pintu Langit

Sebarkan:
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba
HALSEL, PotretMalut - Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Bupati Bassam menegaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di berbagai wilayah terdampak secara intensif. Pemantauan ini meliputi Pulau Obi, Kayoa, Makian, Bacan, Gane, Mandioli, hingga Kasiruta.

Maraknya informasi mengenai kebakaran hutan, kebun, dan lahan milik warga yang terjadi hampir setiap saat, kini menjadi perhatian serius dan prioritas penanganan pemerintah daerah.

Menurutnya, dampak dari kemarau ekstrem ini tidak hanya merusak kondisi lingkungan hidup, tetapi juga menyentuh langsung aspek kehidupan dan sumber mata pencaharian utama masyarakat. 

Kebun-kebun kelapa, cengkeh, serta berbagai tanaman pertanian produktif yang telah dirawat warga selama bertahun-tahun dilaporkan ikut ludes terbakar.

"Saya ikut merasakan kesedihan masyarakat yang kebun dan tanamannya terbakar. Ada tanaman yang dirawat bertahun-tahun, menjadi sumber kehidupan keluarga, namun dalam waktu singkat harus terbakar akibat kondisi kemarau seperti ini," ungkap bupati, Senin (21/09/2026).

Menyikapi situasi darurat ini, Bupati Bassam mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk bahu-membahu menghadapi ujian alam tersebut.

Ia mengimbau warga agar menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi memicu titik api baru, terutama tindakan pembakaran lahan secara sengaja maupun pembakaran sampah di tengah cuaca yang sangat kering.

"Di tengah kondisi seperti ini, mari kita saling menjaga. Jangan membakar sembarangan, jaga lingkungan di sekitar kita. Ketika terjadi kebakaran, mari saling membantu dan bergotong royong agar api tidak meluas," pintanya.

Selain meningkatkan kewaspadaan secara fisik di lapangan, Bupati Bassam juga mengajak seluruh warga Halmahera Selatan untuk mengetuk pintu langit dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Diharapkan, ikhtiar spiritual ini dapat membawa berkah agar musim kemarau segera berakhir dan hujan bisa kembali membasahi bumi Halmahera Selatan.

"Mari kita berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT, pemilik alam semesta, agar hujan segera diturunkan dan kondisi ini segera berlalu. Semoga masyarakat kita selalu diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kelestarian alam dan mengantisipasi dampak kemarau panjang merupakan kewajiban bersama yang membutuhkan kepedulian kolektif.

"Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan. Tetapi yang paling penting adalah kebersamaan kita. Mari saling menjaga, saling membantu, dan bergotong royong. Dalam situasi seperti ini, kepedulian kita kepada sesama adalah kekuatan kita bersama," tutupnya. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini