![]() |
| Petugas PDAM saat Berada di Unit Papaloang II, Bacan Selatan |
Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjamin ketersediaan air bersih bagi pelanggan. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali sumber air baku cadangan Papaloang II.
"Untuk kebutuhan air bersih di wilayah Labuha, Bacan Timur, dan Bacan Selatan, kami pastikan masih aman untuk proyeksi kebutuhan tiga bulan ke depan. Kami sudah berhasil mengaktifkan satu unit cadangan air baku Papaloang II dengan kapasitas 80 liter per detik," ujar Soleman pada Senin (21/09/2026).
Menurut Soleman, pengoperasian sumber air cadangan ini merupakan langkah krusial agar pelayanan publik tidak terganggu selama debit air menurun akibat kemarau.
"Ini merupakan langkah antisipasi kami agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan kebutuhan air bersih bisa terpenuhi, khususnya di wilayah ibu kota dan sekitarnya," tambahnya.
Meski pasokan di pusat kabupaten tergolong aman, PDAM Halmahera Selatan memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah Instalasi Kota Kecamatan (IKK). Saat ini, lima wilayah terpantau masuk dalam kondisi siaga akibat menyusutnya kapasitas sumber air.
Wilayah-wilayah yang berstatus siaga tersebut meliputi IKK Kecamatan Obi, IKK Madopolo, IKK Kayoa, IKK Saketa, dan IKK Dolik.
"Untuk wilayah IKK seperti Obi, Madopolo, Kayoa, Saketa, dan Dolik, kita masih tetap siaga karena kapasitas air mengalami penurunan. Kami terus memantau kondisi sumber air di masing-masing wilayah," jelas Soleman.
Di akhir keterangannya, Soleman mengimbau seluruh masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit air, untuk menggunakan air secara bijak dan hemat.
PDAM berkomitmen untuk terus memonitor situasi di lapangan dan siap mengambil tindakan teknis lanjutan demi menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat. (Ar/red)
