Harmoni Halmahera Tengah Menjadi Visi Abdurahim Odeyani Maju Bupati

Sebarkan:
Abdurahim Odeyani saat mengikuti fit and proper test Partai Hanura 

HALTENG, PotretMalut - Bakal Calon Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Abdurahim Odeyani mengikuti fit and proper test yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Maluku Utara. Minggu, (05/05/2024).

Usai fit and proper test yang berlangsung di Hotel Bukit Pelangi Ternate, pria dengan sapaan Abang Imo ini mengatakan, sebagai politisi, ladang pengabdiannya tentu melalui jalan politik.

"Sebagai politisi sekaligus pimpinan partai, saya tidak bisa diam membiarkan momentum berjalan begitu saja," ungkap Rahim.

Sebagai putra yang lahir, tumbuh, dan besar di Halteng, Rahim memiliki cita-cita membangun daerah dan masyarakat.

"Visi saya adalah Harmoni Halmahera Tengah. Harmoni itu kesejukan, bisa diinterpretasi dengan kedamaian, persamaan, bisa juga keadilan," jelasnya.

Harmoni mejadi gagasan besar dikarenakan, Ketua DPD Partai Nasdem Halteng ini melihat kondisi Halteng, yang mana di daerah tersebut ada Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Investasi di Halteng, menghadirkan begitu banyak pekerja dengan latar belakang kultur, agama, maupun golongan yang berbeda. Ini akan bersinggungan langsung dengan kebiasaan atau budaya kita yang berbeda. Visi Harmoni Halmahera Tengah ini ingin menciptakan satu kondisi dimana manusia yang hidup harus berdiri sama tinggi, duduk sama rendah," tambahnya.

Wakil Bupadi Halteng periode 2017-2022 ini mengatakan, sejauh ini telah melakukan komunikasi dengan berbagai partai politik. "Hanura ini partai ke delapan," sebutnya.

Ia berharap, calon wakil nya juga berlatar belakang politisi, kader yang memiliki rekam jejak di pemerintahan (Pernah menjadi anggota DPRD) dan memiliki kesamaan pandangan dalam melihat Halteng. Meski begitu, Ia akan tetap terbuka jika pasangan wakilnya berlatar belakang birokrasi.

"Saya akan menggunakan parameter yang ilmiah, akan dilihat elektabilitasnya, dan ada kesepakatan partai politik yang berkoalisi," tuturnya.

Ia menjelaskan, Pilkada Halteng sedikit berbeda dengan daerah lain. "Partai hanya menjadi jembatan untuk pemenuhan syarat pencalonan. Kebiasaan di Halteng, kalua calon bupatinya Weda maka wakilnya Patani, kalua bupatinya Patani wakilnya Weda. Kalua sama-sama Patani maka kalah telak," Pungkasnya. (Tim/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini