![]() |
| Ketua DEW RN Maluku Utara, Nurcholish Rustam |
Ketua RN Maluku Utara, Nurcholish Rustam, menilai, pemerintah provinsi melalui dinas terkait dan DPRD terlalu acuh dengan kondisi yang terjadi. Ini terlihat dari beberapa tragedi kecelakaan laut dalam beberapa tahun terakhir.
Terbaru, kecelakaan laut menimpa kapal Intim Teratai rute Kupal-Ternate yang karam di depan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan pada 17 Februari dini hari.
Nurcholish mendesak Gubernur Maluku Utara dan DPRD segera mengambil tindakan, mengevaluasi seluruh pelayaran transportasi laut yang ada di Maluku Utara, baik dokumennya maupun standar operasionalnya.
"Kita perlu langkah konkrit dari Gubernur, apalagi ini menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Masyarakat Maluku Utara akan menggunakan jalur laut untuk arus mudik maupun arus balik. Pemprov harus siapkan segalanya baik teknis maupun non-teknis," ungkapnya.
Menurutnya, untuk keamanan operasional, pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen, alat keselamatan, navigasi, komunikasi, mesin, dan stabilitas kapal harus intens dilakukan.
"Jika ada pengelola kapal laut yang tidak patuh, ya tertibkan saja. Ini soal keselamatan nyawa manusia," pungkasnya. (Tim/red)
