Bukan Sekadar Ujian, SMAN 8 Kini Adopsi 'Mini Skripsi' Jadi Syarat Lulus

Sebarkan:
Ujian KTI SMA Negeri 8 Kota Ternate 

TERNATE, PotretMalut.com – Wajah pendidikan di Kota Ternate mulai bersalin rupa. Tak lagi sekadar mengisi lembar jawaban ujian tulis, sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) kini mewajibkan siswanya menyusun dan mempertahankan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai syarat utama kelulusan.

Salah satu aksi nyata terlihat di SMA Negeri 8 Kota Ternate pada Selasa (7/4). Di sana, para siswa tak lagi duduk diam di bangku ujian, melainkan berdiri tegak di depan penguji untuk mempertanggungjawabkan riset mereka.

Inovasi ini didesain menyerupai atmosfer akademik di perguruan tinggi. 

Ketua Panitia, Miftakhul Khasanah, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa proses ini merupakan simulasi nyata dari sidang skripsi. 

Jadi siswa dituntut untuk mempresentasikan judul secara mandiri dan membelah latar belakang hingga temuan riset secara sistematis, menghadapi sesi tanya jawab tajam dari tim penguji untuk membuktikan keabsahan data dan pertanggungjawaban Ilmiah.

Lanjutnya, antusiasme siswa pun patut diacungi jempol. Topik-topik yang diangkat sangat beragam dan relevan, mulai dari isu sosial kemasyarakatan hingga budaya lokal, membuktikan bahwa generasi muda Ternate memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar.

Program KTI ini dianggap sebagai "mini skripsi" yang krusial bagi transisi siswa. Dengan menguasai cara menentukan rumusan masalah hingga menyusun kajian pustaka sejak dini, siswa diharapkan tidak lagi "gagap" saat memasuki iklim akademik universitas.

"Inovasi ini menegaskan bahwa nilai lulus kini tak lagi hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata dari literasi, kemandirian, dan kemampuan riset siswa dalam memecahkan masalah, " pungkasnya. (Tim)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini