![]() |
| Haryadi Ahmad |
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara, Haryadi Ahmad, mengecam keras tindakan keji tersebut. Menurutnya, aksi teror di dalam hutan ini seakan menjadi ancaman laten yang terus berulang tanpa penyelesaian yang tuntas, khususnya di beberapa titik di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
"Ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya di Hutan Patani Barat dan wilayah hutan Halmahera Tengah lainnya, teror dari OTK sering kali memakan korban jiwa. Kami sangat prihatin dan berduka sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban di Desa Bobane Jaya," ujar Haryadi, Jumat (03/04/2026).
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut menilai, pola serangan yang dilakukan OTK di tengah hutan sudah sangat meresahkan masyarakat, terutama para petani dan warga yang menggantungkan hidup dari hasil hutan.
Haryadi menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan rasa aman, dan tidak membiarkan teror ini menjadi hal yang dianggap biasa.
Ia juga mendesak Polres Halmahera Tengah, untuk segera mengambil langkah konkret di lapangan.
"Kami mendesak Polres Halteng segera melakukan penyisiran menyeluruh di dalam hutan. Pelaku harus ditemukan dan diproses hukum agar ada kepastian bagi keluarga korban serta rasa aman bagi warga sekitar," tegasnya.
Haryadi juga meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk duduk bersama mencari solusi jangka panjang guna memutus teror di wilayah hutan Halmahera, agar insiden serupa tidak terus menghantui masyarakat di masa depan. (Tim/red)
