![]() |
| Istimewa |
Mereka menuntut pihak kepolisian untuk segera menetapkan tersangka dan menahan para pelaku, yang dinilai telah mencederai kesucian momentum keagamaan serta mengganggu ketertiban umum.
Perwakilan FPMT, Ajustal Hi Abang, menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa tebang pilih, untuk menghindari ketegangan sosial di masyarakat.
"Aksi ini adalah bentuk sikap tegas kami agar hukum benar-benar ditegakkan. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan yang merusak harmoni masyarakat," ujar Ajustal, Jumat (27/03/2026)
Senada dengan itu, M. Gadri Umar menambahkan bahwa kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas kepolisian dalam menjaga kepercayaan publik. Ia mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
"Kami meminta kepolisian tidak berlarut-larut. Penetapan tersangka dan penahanan harus segera dilakukan. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum ke depan," tegas Gadri.
Dalam seruannya, FPMT juga mengimbau seluruh elemen masyarakat yang bergabung dalam aksi nanti untuk tetap menjaga ketertiban, bertindak damai, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.
Aksi ini diharapkan menjadi pendorong bagi aparat penegak hukum untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan atas insiden yang terjadi di Tobelo tersebut. *
