MD KAHMI Halut Desak Kapolri Copot Kapolres, Tragedi Malam Takbiran Bukti Kegagalan Total

Sebarkan:
Sekretaris Umum MD KAHMI Halmahera Utara
HALUT, PotretMalut - Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Halmahera Utara, mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia mencopot Kapolres Halmehera Utara dari jabatannya.

Desakan ini disamapikan Sekretaris Umum MD KAHMI Halmahera Utara, Ramli Antula, S.H., M.H., CPC., CPAdj., dalam rilis resminya, Senin (23/03/2026).

Hal ini dipicu oleh pecahnya tragedi yang menodai kesucian malam Takbiran di Tobelo, Jumat lalu. Penyerangan anarkis bersenjata tajam yang diduga dilakukan oleh Soni Katipana dkk terhadap peserta Pawai Obor dan Takbiran Keliling, menjadi bukti sahih bahwa deteksi dini kepolisian telah mati total.

"Negara tidak boleh bertekuk lutut di hadapan premanisme berkedok intoleransi. Peristiwa di malam takbiran adalah tamparan keras bagi wibawa hukum yang seolah kehilangan taringnya di hadapan kelompok radikal," ujar Ramli.

MD KAHMI juga membongkar 'dosa masa lalu'. Polres Halut dianggap sengaja dipetieskan atau dibekukan. Publik diingatkan kembali pada skandal memuakkan September 2025.

Kasus penistaan agama dengan STPLP/291/IX/SPKT/2025, yang diduga melibatkan akun Facebook Hendra Labada, disinyalir kuat merupakan oknum anggota Polres Halut, yang hingga kini menguap tanpa kejelasan.

Manipulasi tafsir Surah Al-Hijr ayat 6 oleh oknum internal Polri tersebut dinilai sebagai "api dalam sekam" yang sengaja disiram bensin oleh pembiaran hukum.

Menurut Sekretaris Umum MD KAHMI Halut, mandeknya kasus hukum terhadap oknum internal adalah bentuk pengkhianatan terhadap keadilan.

"Ketidakmampuan Kapolres menyeret oknum penista agama tahun lalu ke penjara adalah "Karpet merah" bagi para pelaku  di malam takbiran. Jika hukum tumpul ke dalam, jangan harap ketertiban tegak di luar. Kapolri harus segera mengevaluasi dan mencopot Kapolres Halut," tegas Ramli.

MD KAHMI Halut tengah menyiapkan "peluru" administratif untuk menggempur Mabes Polri dan Kompolnas di Jakarta. Mereka menuntut audit investigasi menyeluruh atas bobroknya penanganan kasus SARA di Halmahera Utara.

Meski tensi mendidih, KAHMI tetap menginstruksikan umat Islam di Halut untuk merapatkan barisan, tetap tenang, namun tetap waspada. Mereka berjanji akan mengawal kasus ini hingga ke akar-akarnya, sampai keadilan benar-benar tegak di bumi Halmahera Utara. *

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini