PB FORMMALUT Jabodetabek Bakal Kepung Kantor DPP Demokrat

Sebarkan:
Ketua Umum PB FORMMALUT Jabodetabek, M. Reza
JAKARTA, PotretMalut - Narasi provokatif yang diduga dilontarkan oleh oknum Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Partai Demokrat, Aksandri Kitong, dinilai sangat membahayakan.

Pernyataan bernada ajakan kekerasan dalam sebuah grup WhatsApp tersebut, menuai gelombang protes karena dinilai mengancam stabilitas sosial dan persatuan antarumat beragama.

Kalimat "bilang langsung baku bunuh sudah" yang dilontarkan Aksandri, dianggap bukan sekadar gertakan, melainkan provokasi serius. Mengingat sejarah kelam konflik Maluku 1999-2000, ucapan seorang pejabat publik seperti ini dianggap sebagai pemantik yang bisa membuka luka lama masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB FORMMALUT) Jabodetabek, M. Reza, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa.

"Ini adalah narasi yang sangat berbahaya dan provokatif. Ucapan tersebut berpotensi memicu konflik horizontal, khususnya konflik berbasis agama di Maluku Utara yang selama ini sudah hidup dalam keberagaman yang damai," tegas Reza dalam keterangannya, Senin (30/03/2026).

PB FORMMALUT Jabodetabek mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut tindakan tegas berupa Pemberhentian Antar Waktu (PAW) dan pencopotan keanggotaan partai secara tidak terhormat terhadap Aksandri Kitong.

"Jika dibiarkan, ini akan merusak nama baik partai dan menghancurkan kepercayaan publik, terutama masyarakat Muslim di Maluku Utara, terhadap komitmen Partai Demokrat dalam menjaga toleransi," tambah Reza.

Tak hanya sanksi organisasi, aparat penegak hukum juga diminta bergerak. Polda Maluku Utara didesak untuk memproses laporan masyarakat secara transparan tanpa pandang bulu, meski pelaku merupakan wakil rakyat.

Sebagai bentuk protes nyata, PB FORMMUT Jabodetabek menjadwalkan aksi demonstrasi besar di depan Kantor DPP Partai Demokrat dalam waktu dekat.

Aksi ini bertujuan mendesak Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk segera menjatuhkan sanksi berat kepada kadernya tersebut.

"Langkah ini diambil sebagai komitmen mahasiswa, dalam merawat perdamaian di Bumi Moloku Kieraha dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah rakyat," pungkas Reza. (Tim/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini