Sungai Sloi Mati: PT IWIP Diduga Tebar Racun, Warga Menjerit ke Istana Minta Presiden Turun Tangan

Sebarkan:
Tampak cairan keruh kecokelatan dan sedikit berminyak di Sungai Sloi
HALTENG, PotretMalut - Bencana ekologi hebat tengah menghantam jantung Halmahera Tengah. Sungai Sloi, yang selama berabad-abad menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, kini berubah menjadi aliran maut yang diduga pekat dengan limbah beracun.

Dua tahun sudah rakyat di Desa Woekob atau Trans-Kobe dipaksa 'berpuasa' dari air sungai mereka sendiri. PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) kini berada di pusaran tudingan miring sebagai dalang di balik rusaknya ruang hidup warga.

Aner, salah satu warga Desa Waikob, mengungkap tabir gelap yang menyelimuti Sungai Sloi di KM 15. Air yang dulunya bening dan segar, kini berubah rupa menjadi cairan keruh kecokelatan dan sedikit berminyak.

"Sejak PT IWIP beroperasi, sumber kehidupan kami dirampas. Kami tidak berani lagi menyentuh air itu, apalagi meminumnya. Airnya sudah mati, tidak mengalir normal karena diduga ditimbun dan dicemari limbah beracun," ungkap Aner, Kamis (02/04/2026).

Di tengah megahnya investasi industri, warga lokal justru harus merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk sekadar bertahan hidup.

Untuk minum, memasak, bahkan mandi, warga kini terpaksa bergantung sepenuhnya pada air galon. Beban ekonomi masyarakat kian mencekik di tengah dugaan pembiaran pencemaran yang berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi nyata.

Warga kini melayangkan tuntutan darurat ke Istana Negara. Nama Presiden RI, Prabowo Subianto, ikut diseret dalam pusaran konflik ini.

"Kami minta Bapak Presiden Prabowo turun langsung ke lokasi, lihat sendiri kehancuran alam kami. Tertibkan PT IWIP, jangan biarkan perusahaan besar berpesta di atas penderitaan rakyat kecil yang keracunan," tegas Aner.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, juga didesak untuk menindak tegas perusahaan yang tak bertanggung jawab atau biarkan bencana ini menjadi bom waktu yang akan memusnahkan generasi mendatang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT IWIP masih dalam upaya konfirmasi terkait dugaan pencemaran sungai dimaksud. (Calu/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini