![]() |
| Prosesi Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda |
Jembatan ini dirancang untuk menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga, khususnya para petani yang selama ini kerap terisolasi saat musim hujan akibat debit sungai yang meluap.
Acara peresmian dimulainya pembangunan ini dihadiri langsung oleh Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf Syamsul, S.I.P., Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, S.E., perwakilan Dinas PU, Camat Bacan Timur, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutan Pangdam XV/Pattimura yang dibacakan di lokasi, ditekankan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini adalah akses vital bagi aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani yang sering kesulitan menyeberang saat cuaca buruk," tegas pernyataan tersebut.
Jembatan Garuda direncanakan memiliki panjang 10 meter untuk membentang di atas sungai selebar 8 meter. Pembangunan ini diproyeksikan akan memberikan dampak langsung bagi sedikitnya 677 Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 350 petani di wilayah tersebut.
Dengan adanya jembatan ini, keamanan transportasi lebih terjamin dan biaya angkut hasil bumi diharapkan dapat ditekan, sehingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Desa Sayoang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini. Ia berharap kehadiran jembatan tersebut dapat mengakhiri penantian panjang warga akan akses jalan yang layak.
Di akhir acara, pihak TNI berpesan agar masyarakat turut serta menjaga dan memelihara jembatan ini setelah selesai dibangun. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengubah tantangan geografis menjadi peluang nyata bagi kemajuan Halmahera Selatan. (Ibnu/red)
