![]() |
| Limbah dari PT GMM Diduga Cemari Sungai |
Kelompok mahasiswa ini mendesak pihak perusahaan untuk segera membuka informasi pengelolaan limbah secara transparan, dan menjamin perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak di sekitar wilayah operasional.
Ketua Bidang SDM HIPMA Halsel Jakarta, Usama Ait, menegaskan bahwa keluhan masyarakat terkait penurunan kualitas lingkungan tidak boleh diabaikan. Jika dugaan pencemaran tersebut terbukti benar, persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran administratif, melainkan pelanggaran terhadap hak dasar warga negara.
"Perusahaan wajib memastikan seluruh aktivitas operasionalnya berjalan sesuai ketentuan hukum dan standar lingkungan yang berlaku. Jika terdapat pencemaran yang mengancam kesehatan warga, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas dan transparan," ujar Usama dalam keterangan tertulisnya, Kamis (04/06/2026).
Usama juga mengingatkan bahwa pengelolaan limbah industri telah diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Merespon lambannya tanggapan dari pihak PT GMM yang dinilai dapat memperburuk ketidakpercayaan publik, HIPMA Halsel Jakarta mendesak PT GMM menyetop setiap pengelolaan limbah yang diduga tidak memenuhi standar lingkungan.
Mereka juga meminta transparansi penuh kepada publik mengenai jenis dan metode pengelolaan limbah yang digunakan, serta memberikan kepastian layanan kesehatan bagi warga yang terdampak langsung penurunan kualitas lingkungan.
Sebagai bentuk tekanan moral dan sosial, HIPMA Halsel Jakarta menyatakan siap membawa persoalan ini ke ranah publik yang lebih luas. Mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta jika pihak korporasi tetap bungkam.
"Kami meminta perusahaan tidak menganggap enteng keresahan warga. Jika tidak ada respons yang memadai, kami akan menggunakan hak demokratis untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi terbuka," tegas Usama.
Kasus dugaan pencemaran di Gane ini menambah panjang daftar konflik tata kelola lingkungan di Maluku Utara, seiring dengan masifnya ekspansi industri pertambangan dalam beberapa tahun terakhir. **
