![]() |
| Abdul Kadir Uswanas saat mengembalikan formulir pendaftaran Caketum HIPMI Malut |
Langkah ini menegaskan keseriusan Abdul Kadir untuk memimpin gerbong pengusaha muda di Maluku Utara. Proses pengembalian formulir ini bertepatan dengan hari terakhir batas waktu pendaftaran yang dibuka oleh Tim Caretaker BPD HIPMI Malut sejak 28 Mei lalu.
Dedi sapaan akrabnya, tidak datang dengan tangan kosong. Langkahnya menuju kursi kepemimpinan diperkuat oleh rekomendasi resmi dari empat Badan Pengurus Cabang (BPC) di Maluku Utara, yaitu BPC HIPMI Ternate, BPC HIPMI Halmahera Utara, BPC HIPMI Halmahera Tengah, dan BPC HIPMI Pulau Morotai.
Dukungan signifikan ini menjadi modal politik sekaligus bukti kepercayaan dari daerah terhadap visi yang dibawanya.
Dedi menegaskan bahwa momentum Musdalub ini bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, melainkan sebuah panggilan moral untuk menyatukan kembali internal organisasi.
"Pengembalian formulir ini adalah bentuk keseriusan sekaligus niat baik untuk merangkul seluruh aspirasi BPC se-Maluku Utara. Kita ingin HIPMI Malut menjadi rumah bersama yang mampu menyatukan seluruh potensi kader dan pengusaha muda demi kemajuan organisasi," ujar Dedi.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari empat kabupaten/kota merupakan amanah besar. Dedi berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang inklusif agar suasana Musdalub tetap kondusif dan penuh semangat persaudaraan.
Dedi menekankan bahwa kompetisi ini tidak boleh melahirkan kubu-kubu yang memecah belah kader. Menurutnya, semua kandidat yang maju adalah figur terbaik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan HIPMI.
"Bagi saya, kedua kandidat yang maju adalah kader-kader terbaik. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan menjadikan Musdalub ini sebagai momentum untuk memperkuat organisasi," pungkasnya.
Musdalub BPD HIPMI Malut ini diproyeksikan menjadi tonggak penting. Forum ini tidak hanya akan melahirkan nakhoda baru, tetapi juga merumuskan strategi strategis bagi pengusaha muda dalam menggerakkan roda perekonomian di Maluku Utara. *
