![]() |
| Kantor Dispora Halmahera Tengah |
Agung menyoroti tidak tercantumnya lokasi Kantor Dispora di layanan peta digital. Menurutnya, hal itu mencerminkan lemahnya pelayanan publik di era digital.
"Kalau masyarakat masih kesulitan menemukan kantor Dispora, berarti ada yang perlu dibenahi dalam pelayanan publik," ujar Agung, Kamis (02/07/2026).
Ia juga menilai, Dispora terlalu berfokus pada kegiatan olahraga, sementara program pengembangan kapasitas pemuda seperti pelatihan keterampilan, kewirausahaan, literasi digital, dan penguatan organisasi belum menjadi prioritas.
Selain itu, Agung menilai alasan menunggu disposisi Bupati tidak seharusnya menjadi alasan minimnya inisiatif. Menurutnya, Dispora sebagai OPD teknis harus mampu mengusulkan dan memperjuangkan program kepemudaan, bukan hanya menunggu keputusan.
Agung menyebutkan, Kepala Dispora Halmahera Tengah, Abu Bakar Ibrahim, saat diajukan proposal perayaan Maulid Nabi 1448 H, menyatakan proposal yang diajukan akan dijadikan arsip sambil menunggu disposisi Bupati.
Bagi Agung, pernyataan tersebut menunjukkan belum adanya komitmen kuat dalam mendorong program bagi generasi muda.
"Pemuda membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar menunggu berkas menjadi arsip," tegasnya.
Ia berharap Dispora berbenah dan menjalankan fungsi kepemudaan secara utuh, tidak hanya sebagai penyelenggara kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai penggerak lahirnya pemuda Halmahera Tengah yang produktif dan berdaya saing. (Calu/red)
