Tanggapi Isu Lelang Tender Proyek BPPBJ, Bupati Bassam: Kalah Menang itu Biasa

Sebarkan:
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba
HALSEL, PotretMalut - Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, angkat bicara mengenai rumor yang menerpa proses pelelangan proyek di Badan Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) atau Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Menanggapi polemik adanya intervensi dari oknum tertentu dalam menentukan pemenang tender proyek, Bupati menegaskan bahwa isu tersebut sama sekali tidak berdasar dan meminta agar tidak ada pemberitaan sepihak.

"Saya tanya dulu, informasinya dari mana, sumbernya dari mana, kan harus ada sumber dong. Jangan sepihak pemberitaannya," ujar Bassam saat dimintai tanggapan di depan Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, pada Rabu (01/07/2026).

Bupati mengaku bahwa dirinya telah mengambil langkah cepat dengan memanggil langsung Kepala BPPBJ Halmahera Selatan, Muhammad Imron, begitu mendengar isu tersebut. Dari hasil pemeriksaan internal, seluruh proses pelelangan dipastikan telah berjalan bersih dan mematuhi koridor regulasi yang berlaku.

"Saya sudah panggil sendiri Kepala ULP nya, sudah dicek semua sebagaimana ketentuan peraturan. Saya panggil setelah adanya pemberitaan untuk memastikan ada penyelewengan tidak, ada oknum siapa. Ternyata tidak ada, semua berjalan sesuai ketentuan," katanya.

Lebih lanjut, Bassam menyayangkan sikap sejumlah pihak atau kontraktor yang kerap melempar opini liar ke ruang publik lewat media massa, hanya karena kalah dalam proses persaingan usaha. 

Menurutnya, kalah dan menang adalah hal yang lumrah dalam sebuah mekanisme tender pengadaan barang dan jasa. Setiap rekanan dituntut memenuhi syarat dan ketentuan yang ketat untuk bisa keluar sebagai pemenang.

Ia mengingatkan para kontraktor agar tidak membangun narasi keliru yang seolah-olah menggambarkan adanya permainan atau pengaturan proyek di dalam internal BPPBJ.

"Kalah dan menang itukan biasa dalam tender. Jangan kemudian tidak menang, lalu angkat isu seolah-olah ada intervensi, ada oknum yang mengatur-atur di dalam. Nah, itu akan jadi salah kaprah seolah-olah ada permainan di dalam," tutur Bupati.

Di akhir penyataannya, Bassam mengimbau kepada seluruh pihak yang merasa tidak puas terhadap hasil pelelangan agar menggunakan jalur resmi yang telah disediakan oleh negara, bukan dengan menyebarkan rumor tanpa bukti.

"Harusnya kalau ada informasi yang mau disampaikan, itu kan ada sanggahan, ada tata caranya. Bukan kemudian lewat isu-isu di media atau cara yang tidak tepat," pungkasnya. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini