![]() |
| Sardi Suleman, Warga Desa Loid |
Namun, harapan besar tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan.
Hingga saat ini, sejumlah desa di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses listrik yang serius. Salah satunya adalah Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara.
Di tengah gencarnya program pemerintah yang dinilai sangat baik dan menyentuh kebutuhan dasar, warga Desa Loid justru mengaku prihatin dan miris karena wilayah mereka belum mendapatkan pelayanan listrik secara memadai.
"Kami, warga Desa Loid sangat miris. Program listrik masuk desa merupakan program yang sangat baik dan menjadi harapan masyarakat, tetapi sampai saat ini Desa Loid belum tersentuh pelayanan listrik," ungkap Sardi Suleman, warga Desa Loid saat dimintai keterangan di Labuha, Sabtu (05/09/2026).
Bagi masyarakat setempat, kehadiran listrik bukan hanya sekadar untuk kebutuhan penerangan di malam hari. Lebih dari itu, listrik merupakan urat nadi yang menjadi penunjang utama sektor pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan, sarana komunikasi, penggerak kegiatan ekonomi, serta aktivitas sosial sehari-hari.
Merespons kondisi ini, warga Desa Loid sangat berharap agar pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat memberikan perhatian serius.
Mereka meminta agar Desa Loid dimasukkan ke dalam skala prioritas program listrik masuk desa, sehingga mereka bisa menikmati hak yang sama seperti desa-desa lainnya di Indonesia.
Masyarakat juga menekankan pentingnya pemerataan program agar benar-benar menjangkau wilayah pelosok dan kepulauan. Dengan demikian, tidak ada lagi desa yang tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasar energi.
"Kami berharap program ini benar-benar sampai ke Desa Loid. Kami tidak meminta yang berlebihan, kami hanya ingin mendapatkan pelayanan listrik seperti masyarakat di desa-desa lainnya," harap Sardi. (Ar/red)
