Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa pemantauan lapangan ini sangat penting untuk menyusun tindakan mitigasi yang tepat. Berdasarkan hasil monitoring, dua sumber air utama mengalami penyusutan volume yang signifikan.
"Iyah, kami monitoring kondisi sumber air baku embung di Desa Gandasuli dan Papaloang yang kapasitasnya menurun hingga 70 persen," ujar Soleman pada Jumat (18/09/2026).
Menyikapi ancaman krisis air bersih tersebut, PDAM Halmahera Selatan telah menyiapkan langkah taktis. Soleman menegaskan pihaknya akan segera menghidupkan kembali daya tampung persediaan sumber air baku cadangan untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Solusinya dalam waktu dekat kami akan mengaktifkan kapasitas air baku cadangan, yakni sungai Papaloang cabang kanan atau Papaloang 2. Insya Allah unit cadangan air baku ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Proses pengaktifan unit cadangan Papaloang 2 ini akan dikebut dalam waktu dekat. Fasilitas cadangan tersebut tercatat memiliki kapasitas aliran sebesar 180 meter kubik per jam (180 m3/jam), yang diharapkan mampu menstabilkan kembali pasokan air bersih ke rumah-rumah warga di Bacan Selatan. (Ar)
