![]() |
| Saling dorong masa aksi dengan aparat |
TERNATE, PotretMalut - Unjuk rasa yang digelar Front Dewan Pejuang Rakyat Moti (DPRM) berujung ricuh setelah massa aksi terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan pada Rabu, (30/9/26)
Ketegangan kian memuncak ketika Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate, Amin Subuh, mendatangi massa dan ikut terlibat di tengah riuhnya demonstrasi.
Kekecewaan mendalam menjadi pemantik utama amarah warga. Pihak DPRM memprotes keras pemindahan lokasi reses (penyerapan aspirasi) yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Ternate. Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung di Pulau Moti, secara sepihak justru dialihkan ke Kelurahan Toboko, Kecamatan Ternate Selatan, tepatnya di kediaman pribadi Amin Subuh.
Koordinator Lapangan DPRM, Rahman Daud, menegaskan bahwa aksi ini murni demi memperjuangkan hak konstituen warga Moti yang merasa ruang dialognya dengan wakil rakyat telah dirampas.
"Kami tidak ingin mencampuri konflik internal di DPRD Kota Ternate. Itu urusan mereka. Tetapi ketika hak masyarakat Moti untuk didengar ikut terabaikan, kami tidak boleh diam!" tegasnya.
DPRM mempertanyakan komitmen enam anggota DPRD Ternate yang memiliki basis konstituen di Pulau Moti, yaitu:
- Ridwan AR
- Naila Ibrahim
- Nurjaya Ibrahim
- Irawati Nurman
- Najib Thalib
- Amin Subuh
Massa meragukan keabsahan penyerapan aspirasi tersebut dan mendesak Pemerintah Kota Ternate segera mengevaluasi keterlibatan aparatur yang diduga ikut bermain . "Kalau memang sesuai aturan, jelaskan kepada masyarakat. Kalau tidak sesuai, evaluasi dan tindak tegas, " ujarnya.
Menanggapi gelombang protes yang memanas, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate, Mochtar Bian, langsung pasang badan. Ia mengapresiasi keberanian warga Moti dalam menyuarakan hak-hak mereka dan berjanji akan mengusut tuntas masalah ini secara transparan.
“Badan Kehormatan tidak akan tinggal diam. Kami akan mengundang keenam anggota DPRD Kota Ternate yang telah melakukan reses tersebut untuk memberikan klarifikasi langsung di ruang publik,” tegas Mochtar.
Kasus pemindahan lokasi reses ini kini menjadi sorotan hangat publik Ternate, memicu pertanyaan besar mengenai komitmen para wakil rakyat terhadap konstituen yang telah memilih mereka. (Jul/Red)
