Diduga Bawa-Bawa Nama Intel TNI, Oknum Pembeli Kayu Ancam Wartawan Pakai Sajam

Sebarkan:
Ilustrasi
HALSEL, PotretMalut - Jurnalis media Nalarsatu.com, Irwan Abubakar, mengalami dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam jenis parang saat menjalankan tugas jurnalistik pada Kamis (22/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Indomut, Kecamatan Bacan, saat korban berupaya melakukan konfirmasi terkait dugaan aktivitas bisnis kayu.

Pelaku pengancaman diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Daeng Kader. Peristiwa ini juga disaksikan langsung oleh rekan korban, Kharila, yang mendampingi Irwan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Peristiwa bermula ketika Irwan mendatangi kediaman Daeng Kader untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan dugaan bisnis kayu yang sebelumnya dimuat oleh Nalarsatu.com.

Suasana wawancara berubah tegang ketika Daeng Kader melakukan panggilan video (video call) dengan seseorang bernama Wan, yang diklaim sebagai anggota intel TNI sekaligus mitra bisnis kayunya.

"Ngoni tidak kenal ini? Dia anggota intel tentara. Dia juga suka bisnis kayu. Saya sering muat kayu, dia punya," ujar Daeng Kader sebagaimana dituturkan Irwan.

Setelah sambungan telepon usai, Daeng Kader diduga melontarkan ancaman verbal secara berulang kepada wartawan.

"Saya potong jari e," ucap Daeng Kader mengancam.

Tak berhenti di situ, Daeng Kader kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah parang, lalu meletakkannya di samping pintu sambil berteriak menantang.

"Saya ini kehutanan. Datang saja. Saya bilang potong pa dorang kong," teriaknya.

Kharila yang berada di lokasi membenarkan adanya ancaman tersebut. Ia mengaku sempat ingin merespons tindakan terlapor, namun ditenangkan oleh Irwan demi keselamatan bersama.

"Saya dengar langsung dia bilang ‘potong jari’. Saya ada di TKP dan mendengar sendiri," kata Kharila.

"Saya sempat mau merespons karena dia sudah pegang sajam. Tapi Irwan langsung kasih tanda dengan kedipan mata sambil berbisik pelan, ‘jangan, cukup dengar saja’," tambahnya.

Di akhir percakapan, Daeng Kader mengaku sedang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol dan meminta kedua insan pers tersebut untuk pergi.

Usai meninggalkan lokasi, Irwan kemudian menemui warga berinisial A untuk meminta keterangan tambahan. A menyebut Daeng Kader dikenal sebagai pembeli kayu dan memiliki kerbau.

"Informasi yang saya dengar, dia biasa gertak orang dengan sajam," ujar A.

Setelah meninggalkan Indomut, Irwan bersama Kharila langsung menuju Labuha dan melaporkan dugaan pengancaman tersebut ke SPKT Polres Halmahera Selatan.

Irwan juga meminta polisi, apabila dinilai diperlukan, segera mengecek TKP karena menurut informasi yang diterimanya terlapor masih berada di lokasi dan senjata tajam yang diduga digunakan dalam ancaman masih ada.

"Saya sudah melaporkan. Selanjutnya saya serahkan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan dan menentukan langkah sesuai hukum," ungkap Irwan.

Ia menegaskan kedatangannya ke lokasi semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami datang untuk wawancara dan menjalankan tugas jurnalistik, bukan mencari masalah atau berkelahi. Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan, gunakan hak jawab, hak koreksi atau jalur hukum, bukan ancaman," pungkasnya. (Ar/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini