![]() |
| Mursal Hamir, Perwakilan Pemuda Pulau Makian |
Mursal Hamir, selaku perwakilan pemuda Pulau Makian, secara terbuka menyatakan dukungan penuh dan berkomitmen untuk mengawal proyek tersebut hingga tuntas agar masyarakat bisa segera menikmati akses jalan yang memadai.
Pembangunan jalan dengan metode lapen (lapisan penetrasi) ini ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, dengan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp 10,5 miliar. Pada tahap awal ini, proyek difokuskan pada pengaspalan sepanjang 5 kilometer untuk menghubungkan 15 desa di Kecamatan Pulau Makian.
Mursal menegaskan, infrastruktur ini memiliki arti yang sangat krusial bagi hajat hidup orang banyak di wilayah tersebut.
"Kami sangat mendukung dan menaruh harapan juga kepercayaan terhadap rekanan pelaksana proyek jalan lapen dan Dinas PUPR Malut, dan akan kami kawal sampai tuntas," tegas Mursal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2026)
Menanggapi isu mengenai spesifikasi material yang ramai diperbincangkan, Mursal menilai bahwa kritik dari elemen masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah hal yang wajar dalam koridor fungsi kontrol sosial.
Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak sampai menghambat atau menghentikan jalannya pembangunan.
"Apa yang dipolemikkan bagi kami sah-sah saja. Tetap kami masyarakat Pulau Makian sangat mengharapkan akses jalan yang dibangun segera tuntas dan dapat dinikmati. Karena ini menjadi kebutuhan urgensi untuk mendukung akses penghubung pendidikan, kesehatan, maupun sektor ekonomi warga," terangnya.
Mursal juga menyarankan agar persoalan ini tidak melulu diperdebatkan di ruang publik secara liar, yang berpotensi mengganggu pekerjaan di lapangan. Terkait urusan teknis dan kualitas material, Mursal meminta agar publik memercayakannya kepada instansi yang memang memiliki wewenang hukum dan keahlian di bidang tersebut.
"Persoalan spesifikasi material dan lain sebagainya, kita percayakan kepada konsultan pengawas dan juga dinas terkait serta APH untuk menelusuri persoalan yang ada," tuturnya.
Mursal menambahkan, sikapnya murni demi kepentingan warga Pulau Makian yang sudah lama menantikan akses jalan darat yang layak, bukan untuk memperkeruh suasana atau memojokkan pihak manapun.
Meski mendapatkan dukungan moril yang kuat dari warga, proyek strategis ini dilaporkan masih menghadapi tantangan besar dari sisi waktu penyelesaian. (Ar)
