![]() |
| Pengurus Poros Muda Makayoa Halmahera Selatan |
Langkah strategis ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh rangkaian musyawarah berjalan secara demokratis, terarah, dan inklusif bagi seluruh elemen keluarga besar.
Koordinator Poros Muda Makayoa Halmahera Selatan, Samsudin Chalil, menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah besar ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Ia juga memperingatkan agar momentum organisasi ini tidak disetir untuk memenuhi kepentingan segelintir kelompok.
"Seluruh tahapan harus berpijak pada aturan organisasi, konsolidasi bersama sesepuh, dan semangat persatuan. Musyawarah ke-3 IKB Makayoa Halsel harus dipersiapkan secara matang. AD/ART menjadi pijakan, sesepuh harus dihormati, dan seluruh elemen Makayoa harus diberi ruang untuk terlibat," ujar Samsudin, Minggu (11/10/2026).
Dalam menghadapi momentum ini, Poros Muda Makayoa berfokus pada tiga agenda utama, mulai dari mempelajari secara menyeluruh AD/ART IKB Makayoa Halmahera Selatan, termasuk struktur organisasi dan mekanisme pelaksanaan musyawarah yang sah.
Kedua, memperkuat komunikasi bersama para sesepuh Makayoa, guna menyatukan pandangan serta memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik.
Dan ketiga, mempersiapkan pembentukan panitia Musyawarah ke-3 melalui proses yang terbuka, representatif, dan melibatkan berbagai unsur keluarga besar Makayoa.
Samsudin menambahkan, konsolidasi yang matang merupakan fondasi penting agar musyawarah tidak melahirkan polemik baru yang berpotensi memecah belah ikatan persaudaraan.
Menurutnya, musyawarah bukan sekadar ajang pergantian kepengurusan atau perebutan posisi semata, melainkan momentum besar untuk membenahi organisasi, memperkuat solidaritas, dan menentukan arah masa depan IKB Makayoa.
"Jangan sampai musyawarah yang seharusnya menyatukan justru melahirkan perpecahan akibat proses yang tidak terbuka," tegasnya.
Melalui langkah ini, Poros Muda Makayoa berharap seluruh elemen keluarga besar Makayoa di Halmahera Selatan dapat mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Konsolidasi ini diharapkan menjadi jalan tengah menuju persatuan, bukan ruang untuk memaksakan kehendak sepihak," (Ar/red)
