HMI Cabang Ternate Gelar Konferensi dan Musyawarah KOHATI ke-XXXIII

Sebarkan:
HMI Cabang Ternate Gelar konferensi dan musyawarah 

TERNATE, PotretMalut - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate menggelar Konferensi dan Musyawarah KOHATI Ke-XXXIII HMI Cabang Ternate dan Perayaan Milad HMI ke-76 Tahun di Royal Resto, Minggu (12/7/2023) Malam.

Gelaran dengan tema "Islamic Leadership Power" itu bermula dengan pemotongan tompeng sebagai simbolisasi Milad HMI dan pengumuman pemenang lomba penulisan essay dan dilanjutkan pemberian penghargaan Hizbullah Award.

Gufran Ayub, Ketua Umum HMI Cabang Ternate dalam sambutan mengatakan, ada diskursus yang tidak lagi asing di HMI yaitu krisis spirit keislaman sehingga lewat momen konferensi Islamic Leadership Power dijadikan tema.

"Ada tiga hal yang harus terus dijaga, yakni spirit keislaman, kebangsaan, dan kemahasiswaan sehingga HMI tidak megalami krisis kepemimpinan," ujarnya.

Gufran berpesan kepada pemerintah Kota Ternate agar kedepannya mampu menyelesaikan problem sampah dan air bersih di kota Ternate.

Sementara Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wilayah Malut Iskandar Idrus mengatakan, untuk melihat sukses tidaknya sesorang ber HMI itu pasca dirinya ber HMI.

Menurutnya, dalam rangka melihat dinamika sosial dibutuhkan kerangka epistemik yang kuat yang itu menjadi keunggulan di HMI.

"yang menjadi catatan bagi kita, problem-problem sosial di luar sana membutuhkan satu kerangka epistemik yang kuat dalam melihat dinamika sosial, dan itu menjadi keunggulan di HMi sehingga pasca ber HMI kita mudah menyesuaikan dengan realitas sosial yang ada diluar sana, " katanya.

Iskandar menambahkan, ada dua hal yang harus dilihat dan menjadi ukuran seseorang layak menjadi ketua umum cabang yaitu epistemik dan adab.

Kami berharap panitia dapat memediasi diskusi antara semua kandidat sehingga gagasan dari semua kandidat dapat dilihat dan diukur.

Walikota Ternate yang diwakili oleh Asisten III Anwar Hasyim dalam sambutan mengatakan, dengan merujuk pada tema, kepemimpinan dalam Islam sudah paripurna sehingga tidak perlu lagi mengadopsi model kepemimpinan dari luar.

Anwar bilang, dalam momen Konferensi HMI program yang nantinya dibahas disesuaikan dengan perkembangan saat ini, sehingga pengurus yang akan datang dapat menjawab tantangan yang semakin berat.

Ketua Umum PB HMI yang diwakili Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI Riyanda Barmawi mengungkapkan, HMI kehilangan suri teladan karena figur yang terbentuk lebih banyak tokoh politik, bukan pada tokoh ekonom, bukan pada tokoh budayawan, bukan tokoh seniman.

" Saya harap melalui konferensi XXXIII dapat melahirkan budayawan, seniman, dan banyak kelompok-kelompok yang lebih maju kedepannya, " tandasnya.(mail/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini