Iskandar Idrus Buka-Bukaan Soal Konflik Internal PAN

Sebarkan:

Iskandar Idrus

TERNATE, PotretMalut - Mantan Ketua Umum DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara (Malut) Iskandar Idrus menggelar konferensi pers usai mendapat surat pemberhentian tetap sebagai anggota Partai oleh DPP PAN.

Iskandar mengatakan, kurang lebih ada tiga alasan dalam surat pemberhentian tersebut. Pertama, pengunduran Iskandar Idrus sebagai ketua DPW. Kedua, instruksi DPP untuk mendaftar Caleg PAN. Ketiga, tidak mengikuti instruksi-instruksi dari DPP.

Pemberhentian itu, menurut Iskandar tidak berdasar karena diktum yang termuat sebagai pertimbangan dalam surat tersebut belum konkrit.

"Saya kira alasan-alasan yang tercantum dalam surat pemberhentian ini sangat subjektif," ungkap Iskandar saat konferensi di bekas kantor DPW PAN Malut, Minggu, (21/5/2023).

Iskandar mengakui, sejauh ini telah melakukan kerja-kerja partai, mengikuti perintah DPP dengan mendaftar sebagai Caleg DPR RI, dan DPW PAN Malut menjadi DPW terbaik ketiga seluruh Indonesia dalam melakukan perekrutan saksi semasa dirinya masih menjabat Ketua DPW PAN Malut.

"Sejak Januari, kami sudah diperintah dalam kapasitas sebagai Bacaleg DPR RI maupun ketua DPW untuk melakukan perekrutan saksi,"ungkapnya.

Dalam konferensi tersebut, Iskandar juga menyebutkan, ada arahan yang bersifat privat dan melanggar prinsip politik nya sebelum dirinya mengundurkan diri sebagai ketua DPW.

Hal tersebut sudah disampaikan kepada Sekjen DPP melalui komunikasinya yang belum disampaikan pada konferensi pers sebelumnya.

"Saya pernah ditelpon dengan nada agak marah oleh Ibu Nita Budi Susanti karena tidak mendampingi kunjungan beliau di Ternate, saya juga diminta dengan kapasitas ketua DPW untuk terlibat dan berpihak kepada Ibu Nita terkait konflik internal Kesultanan," jelasnya. 

Begitu juga suaminya Ibu Nita, Viva Yoga Mauladi menelepon dan meminta saya untuk terlibat.

"Saya dipaksa untuk mendukung Ibu Nita kaitannya dengan polemik yang ada di Kerajaan, dan menurut saya ini diluar dari nalar dan logika politik saya" tandasnya. (Mail/red).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini