Satu Kandidat Absen, Dua Calon Paparkan Visi Rebut Kursi Dekan Faperta Unkhair

Sebarkan:
Para Calon Dekan Usai Penyampaian Visi-Misi
TERNATE, PotretMalut - Rapat Senat Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Khairun (Unkhair) yang diperluas dengan agenda penyampaian program kerja calon dekan periode 2026–2030 diwarnai absennya satu kandidat, pada Rabu (11/2/2026).

Dari tiga nama yang sebelumnya dinyatakan lolos penjaringan, hanya dua calon yang hadir memaparkan visi dan program kerja di Gedung FP7 Faperta Unkhair. Satu calon lainnya, Prof. Dr. Sariffudin Fatmona, S.Pt., M.Si., tidak mengikuti agenda tersebut.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Dekan Faperta Unkhair, Ir. Aqshan Shadikin Nurdin, S.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., menegaskan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai Peraturan Rektor Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penjaringan Calon Dekan di lingkungan Unkhair.

"Dari 16 tahapan yang harus dipenuhi, kami menetapkan tiga calon. Namun hingga hari pelaksanaan penyampaian program kerja, satu calon berhalangan hadir," ujarnya.

Menurut Aqshan, panitia telah melakukan konfirmasi sejak awal hingga menjelang kegiatan. Prof. Sariffudin, kata dia, menyampaikan tidak bersedia mengikuti penyampaian program kerja pada hari pelaksanaan.

Rapat senat dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unkhair, Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H., yang mewakili Rektor. Ia menekankan bahwa proses tersebut merupakan amanah yang diatur dalam statuta dan organisasi tata kerja (OTK) universitas.

"Kepemimpinan fakultas ke depan membutuhkan kolaborasi dan kerja sama semua pihak," kata Jamal.

Ia juga menyoroti pentingnya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang selaras dengan target akreditasi.

Dua calon yang memaparkan program kerja adalah Ir. Lily Ishak, M.Si., M.Nat.Res., Ph.D., dan Prof. Dr. Hamidin Rasulu, S.TP., M.P.

Lily, yang merupakan petahana, mengusung visi menjadikan Faperta unggul dan berdaya saing internasional berbasis kepulauan. 

Ia menyebut dari sembilan IKU, empat di antaranya telah melampaui 100 persen, yakni IKU 3, IKU 5, IKU 7, dan IKU 9.

"Empat IKU berhasil kami capai melewati 100 persen. Lima lainnya menjadi pekerjaan rumah untuk empat tahun ke depan," ujarnya.

Ia memaparkan Faperta saat ini memiliki sekitar 1.200 mahasiswa. Pada 2025, jumlah mahasiswa baru meningkat 161 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi sumber daya manusia, fakultas didukung 29 doktor dan empat guru besar, serta sejumlah fasilitas seperti gedung SBSN, hutan pendidikan seluas 500 hektare di Halmahera Barat, rumah produksi kompos, hingga kandang ayam sistem close house.

Meski demikian, Lily mengakui masih ada tantangan, antara lain masa studi mahasiswa yang melampaui empat tahun dan kebutuhan peningkatan publikasi internasional.

Sementara itu, Hamidin menilai posisi Faperta masih berada pada level menengah, padahal sebagai salah satu fakultas tertua, seharusnya mampu menjadi rujukan.

"Perlu evaluasi menyeluruh dan transparansi capaian kinerja setiap tahun," katanya. 

Ia berjanji akan menyampaikan capaian tahunan secara terbuka, termasuk laporan komprehensif di akhir masa jabatan jika terpilih.

Hamidin menawarkan sembilan program prioritas, meliputi penguatan tata kelola, pengembangan akademik berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Kampus Berdampak, peningkatan kualitas SDM termasuk pembukaan program doktor, pendampingan riset dan publikasi melalui coaching clinic, serta penguatan jejaring strategis.

Panitia memastikan seluruh proses penjaringan dan penyampaian program kerja tetap berjalan sesuai regulasi. Dengan demikian, dua calon yang hadir resmi melanjutkan tahapan berikutnya dalam pemilihan Dekan Faperta Unkhair periode 2026–2030. *

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini