Jembatan Desa Bokimiake Ambruk Pasca-Gempa Magnitudo 7,6, Akses Siswa SMP 54 Satap Terputus

Sebarkan:
Istimewa

HALSEL, PotretMalut - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 13.45 WIT membawa dampak serius bagi infrastruktur di Halmahera Selatan.

Salah satu dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, di mana jembatan utama desa tersebut ambruk total.

Jembatan sepanjang 80 meter itu merupakan akses vital bagi mobilitas warga sehari-hari. Ambruknya struktur jembatan ini mengakibatkan putusnya jalur utama pemukiman, termasuk akses rutin bagi siswa SMP 54 Satap untuk menuju sekolah.

Taslin, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi ini. "Jembatan ini jalur utama kami dan anak-anak ke sekolah. Sekarang aktivitas sangat terganggu dan siswa harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh. Kami sangat berharap pemerintah segera membangunnya kembali," ujarnya.

Merespons kejadian tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD, Sudarto Abd Wahab, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kerusakan di Desa Bokimiake.

Saat ini, tim BPBD masih fokus memantau wilayah-wilayah terdampak yang dapat dijangkau dan membuka ruang informasi bagi desa lain untuk melaporkan kondisi lapangan.

"Informasi ambruknya jembatan di Desa Bokimiake sudah kami terima. Setelah situasi dinilai aman dan memungkinkan, tim akan langsung turun ke lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan," jelas Sudarto.

Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir, untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk tetap tenang namun tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan demi keselamatan bersama. (Ibnu/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini