![]() |
| Wabup Halsel foto bersama usai membuka turnamen PWI Halsel Cup I |
Kompetisi ini digelar khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan ke-23 yang jatuh pada 9 Juni 2026 mendatang. Turnamen ini diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta organisasi wartawan di lingkup Kabupaten Halmahera Selatan.
Dalam sambutannya, Helmi menegaskan bahwa ajang olahraga ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan menjadi wadah krusial untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar-elemen daerah.
"Kegiatan sore hari ini bukan dalam rangka mempersiapkan diri menuju piala dunia, tetapi bagaimana kita mempererat tali silaturahmi melalui fun football atau sepak bola gembira," ujar Helmi.
Helmi juga menyoroti hubungan dinamis yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dan para jurnalis. Menurutnya, jika biasanya diskusi dan adu argumen terjadi lewat ruang pemberitaan, kini saatnya seluruh pihak bersua dalam atmosfer yang santai.
"Selama ini saya melihat pertarungan kita terjadi di udara. Hari ini dan seterusnya pertarungan itu dialihkan di atas lapangan bola," tambahnya.
Ia berharap turnamen ini bisa menjadi ruang rehat sejenak dari padatnya aktivitas birokrasi maupun profesi jurnalistik. Melalui momentum ini, kemitraan strategis antara pemda, insan pers, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan makin kokoh.
Selain turnamen sepak bola, Helmi memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menyiapkan sederet agenda besar untuk memeriahkan HUT Halsel ke-23. Rangkaian acara tersebut meliputi sidang paripurna dan upacara peringatan, kirab budaya nusantara, bursa kerja (job fair), pameran produk UMKM lokal, serta berbagai lomba olahraga dan hiburan rakyat.
Helmi optimis, keterlibatan aktif masyarakat dalam perayaan ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya pada sektor olahraga dan agromaritim. Tingginya antusiasme warga juga menjadi sinyal kuat adanya semangat bersama untuk mendongkrak prestasi Halmahera Selatan di berbagai bidang.
Di akhir pidatonya, Helmi mengingatkan bahwa perbedaan pandangan antara pers dan pemerintah adalah hal lumrah dalam fungsi kontrol sosial (check and balances). Namun, di luar fungsi tersebut, semua elemen adalah satu keluarga besar.
"Fungsi check and balances itu hanya terjadi dalam sisi paradigmatis saja. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita adalah keluarga besar masyarakat Halmahera Selatan yang sama-sama menginginkan daerah ini terus berubah dan maju ke depan," pungkasnya. (Ar/red)
