![]() |
| Warga dan Pihak Dinas Pertanian saat Berada di Lokasi Proyek |
Dukungan ini mengalir setelah adanya pertemuan intensif yang digelar pada Rabu (15/07/2026) antara Dinas Pertanian, pihak kontraktor, dan elemen masyarakat. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan kolektif yang saling menguntungkan.
"Ibu Kabid dari Dinas Pertanian, pihak kontraktor, maupun kami selaku masyarakat sudah menggelar rapat bersama," ujar perwakilan warga Desa Maffa, Rahman, Jumat (17/07/2026).
Meniru penjelasan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Malut, Sitra Anna A. Rachman, Ia menjelaskan bahwa timbunan yang ada saat ini merupakan lapisan dasar untuk menutup jalan berlubang. Tahap selanjutnya akan menggunakan sirtu (pasir batu) pilihan.
Kabar baiknya, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas infrastruktur tersebut melebihi rencana awal. Proyek jalan yang awalnya akan dibangun sepanjang 2,5 kilometer ini, mendapat tambahan volume sepanjang 2 kilometer.
Bahkan pihak kontraktor, CV Seribu Titik Konstruksi, berkomitmen untuk menambah pembukaan bodi jalan pada proyek yang akan dikerjakan selama 215 hari ini.
"Hasil koordinasi ini telah menjadi komitmen bersama untuk mengawal program pemerintah. Kami meminta jangan lagi ada pihak yang sengaja menciptakan suasana tidak kondusif yang justru merugikan warga Maffa," tegas Rahman.
Apresiasi besar juga datang dari jajaran Pemerintah Desa Maffa. Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maffa, Talhad M. Maknun, menyebut proyek ini merupakan bukti kerja nyata dari Gubernur Sherly Djoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
"Ini program yang sangat menyentuh dan sesuai dengan tuntutan masyarakat. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut," kata Talhad.
Senada dengan itu, Kepala Desa Maffa, Harun Hamid, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov Malut atas kebijakan yang menjawab langsung keluh kesah petani setempat.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur. Saya mengajak seluruh masyarakat mari sama-sama kita kawal proyek ini dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak luar," tandas Harun. (Ar/red)
