Abdurrahman dan Hi. Malang Bantah Serahkan Uang ke Sekretaris PWI Halsel

Sebarkan:
Abdurrahman Hamzah dan Hi. Malang
HALSEL, PotretMalut - Abdurrahman Hamzah dan Hi. Malang secara tegas membantah telah menyerahkan sejumlah uang kepada Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan, Sadam Hadi. Keterangan ini sekaligus menepis tudingan yang beredar melalui artikel di laman MapsNews.com, sebuah situs berbasis Blogger Google. 

Abdurrahman mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang senilai Rp5 juta kepada Sadam. Ia mengaku terkejut namanya dicatatkan dalam narasi tersebut tanpa adanya proses konfirmasi terlebih dahulu sebelum diterbitkan. 

"Saya tidak pernah memberikan uang Rp5 juta kepada Sadam. Soal pemberitaan itu saya juga tidak tahu-menahu," ujar Abdurrahman saat dikonfirmasi, Jumat (21/08/2026)

Lebih lanjut, Abdurrahman membeberkan adanya pesan WhatsApp dari nomor asing yang mengarah pada materi obrolan di grup privat sesama rekannya. Ia menyayangkan percakapan ruang pribadi tersebut ditarik menjadi bahan publikasi tanpa klarifikasi. 

"Sampai berita itu terbit, saya tidak pernah dikonfirmasi. Karena itu saya menyimpulkan apa yang diberitakan tersebut tidak benar dan menyesatkan," tambahnya. 

Bantahan senada disampaikan oleh Hi. Malang terkait tuduhan penyerahan uang sebesar Rp30 juta. Ia menegaskan tidak mengenal maupun pernah bertemu langsung dengan Sadam Hadi. Menurutnya, aktivitasnya belakangan ini hanya fokus mengurus kebun. 

"Saya tidak kenal Sadam. Bertemu dengannya juga belum pernah. Jadi bagaimana mungkin saya memberikan uang. Satu rupiah pun saya tidak pernah kasih kepada Sadam," tegas Hi. Malang. 

Merespons hal tersebut, Sekretaris PWI Halmahera Selatan, Sadam Hadi, menolak seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya. Sadam menyatakan bahwa informasi yang menyudutkan dirinya dan organisasi PWI tersebut adalah bentuk fitnah karena tidak melalui proses pengujian informasi yang benar. 

"Tudingan itu tidak benar. Saya tegaskan bahwa itu fitnah. Kalau memang produk jurnalistik, mestinya seorang wartawan bekerja dengan jelas, datang melakukan konfirmasi dan menguji informasi," kata Sadam. 

Berdasarkan penelusuran, artikel di MapsNews.com tersebut hanya mencantumkan identitas "Redaksi NEWS" tanpa nama jurnalis yang bertanggung jawab atas penulisan atau wawancara, meskipun situs tersebut memiliki halaman susunan redaksi resmi. 

Sadam menilai, produk tersebut tidak kredibel karena tidak memberikan ruang klarifikasi bagi pihak tertuduh. Ia juga menduga ada pola perulangan yang dilakukan oleh oknum yang sama di balik narasi-narasi yang menyerang dirinya. 

Persoalan ini dipastikan akan berlanjut ke ranah hukum. Sadam Hadi menyatakan bakal menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk membuka jejak digital penyebar informasi. Langkah hukum serupa juga siap ditempuh oleh Abdurrahman Hamzah dan Hi. Malang yang merasa nama baiknya dicatut. 

"Sejengkal lagi pelakunya ketahuan. Kalau masih merasa aman di balik fitnah itu, sebaiknya segera minta maaf. Setelah ini biar polisi yang membuka siapa sebenarnya yang bermain," pungkas Sadam. (Ar)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini