Bupati Ikram Buka Gerakan Pangan Murah di Kota Weda

Sebarkan:
Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji Saat Membuka Gerakan Pangan Murah
HALTENG, PotretMalut - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Kota, Jalan Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Selasa (04/08/2026) pagi. Ratusan warga langsung memadati lokasi sejak pukul 08.00 WIT, untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Fatimah Hasyim. Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen nyata pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi, menjaga daya beli, sekaligus membantu masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Pemerintah akan terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah," ujar Ikram dalam sambutannya.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Tengah, Hamid Umar, merincikan bahwa dalam GPM kali ini, pemerintah menggelontorkan komoditas pangan dalam jumlah besar. Total logistik yang disediakan mencapai 1 ton beras murah, 1,3 ton gula pasir, dan 1.300 liter minyak goreng.
Dalam pasar murah ini, komoditas premium dijual dengan harga yang sangat miring. Beras merek BerasKita kemasan 5 kilogram (kg) dijual seharga Rp50.000, gula pasir Rp15.000 per kg, dan minyak goreng Rp15.000 per liter.
Perbedaan harga yang signifikan ini disambut antusias oleh warga. Aini, salah satu warga Weda, mengaku sangat terbantu karena harga beras di GPM ini memotong setengah dari harga pasar normal.
"Kalau di pasar, beras 5 kilogram harganya sekitar Rp100.000. Di sini hanya Rp50.000, jadi sangat membantu kami sebagai masyarakat," ungkap Aini.
Kegiatan yang berlangsung di pusat Kota Weda ini berjalan dengan aman dan tertib hingga seluruh komoditas pangan subsidi habis terjual kepada masyarakat yang mengantre teratur. (Calu/red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini