![]() |
| Direktur RSUD Labuha, dr. Titin Andriyanti |
Fasilitas tersebut sangat dinantikan karena akan menjadi penunjang utama dalam pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah di wilayah tersebut.
Direktur RSUD Labuha, dr. Titin Andriyanti, mengonfirmasi bahwa pekerjaan fisik di lapangan sudah mulai berjalan. Proyek melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 ini, dikerjakan oleh CV Salsabila Utama Sejahtera. Masa kontrak berlangsung selama 150 hari kalender, terhitung sejak 11 Juli hingga 7 Desember 2026.
"Pekerjaan sudah mulai sejak Juli lalu. Saat ini kontraktor masih melakukan sejumlah pekerjaan awal, termasuk pembongkaran dan pembangunan fondasi di lokasi proyek. Insya Allah bisa selesai tepat waktu," ujar dr. Titin saat ditemui di aula kantor DPRD Halsel usai menghadiri rapat paripurna, Jumat (14/08/2026).
Menanggapi kabar mengenai proyek Cathlab yang sempat menjadi sorotan publik dan dilaporkan terkait proses tendernya, dr. Titin tidak menampik hal tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dinamika itu tidak mengganggu jalannya pembangunan fisik di lapangan.
"Memang sempat menjadi sorotan dan dilaporkan terkait proses tender, tetapi pekerjaan konstruksi di lapangan tetap berjalan," katanya.
Ia berharap seluruh proses pelaksanaan proyek ini dapat berjalan lancar hingga tahap akhir tanpa adanya keterlambatan yang berarti.
"Kami berharap tidak ada kendala dan pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Pokoknya tidak boleh lewat tahun ini," tegasnya
Percepatan pembangunan ruang Cathlab ini dinilai sangat krusial bagi masa depan pelayanan medis di Halmahera Selatan. Pasalnya, kesiapan infrastruktur ruangan ini menjadi syarat utama bagi RSUD Labuha untuk menerima bantuan alat medis dari pemerintah pusat.
Menurutnya, RSUD Labuha telah diproyeksikan untuk memperoleh dukungan pengadaan peralatan Cathlab pada tahun 2027 mendatang. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui DAK Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kehadiran fasilitas lengkap ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan bagi pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah secara signifikan di masa depan. (Ar/red)
