![]() |
| PLN ULP Saketa |
Perwakilan pemuda Saketa, Rizki Ramli, menyatakan bahwa dugaan penyalahgunaan BBM ini disinyalir terjadi secara berulang kali. Oleh karena itu, ia meminta Inspektorat PLN turut turun tangan, melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola dan sistem pengawasan di internal unit tersebut.
"Kami meminta Polres segera turun melakukan penyelidikan dan Inspektorat PLN melakukan audit menyeluruh. Jangan hanya mengusut siapa yang mengambil BBM, tetapi periksa juga sistem pengawasannya," ujar Rizki pada Sabtu (08/08/2026).
Selain proses hukum, mereka juga mendesak pencopotan Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir. Mereka menuntut agar yang bersangkutan diproses secara hukum jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan operasional.
Tuntutan keras ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat Gane Barat yang kerap mengeluhkan pemadaman listrik secara sepihak. Pemuda menilai, tersendatnya pasokan listrik berkaitan erat dengan hilangnya pasokan BBM yang menjadi komponen utama penggerak pembangkit.
"Kami mengecam keras jika benar BBM yang diperuntukkan bagi operasional listrik justru disalahgunakan. Masyarakat yang akhirnya menerima dampaknya ketika pelayanan listrik terganggu," tambah Rizki.
Ia menegaskan, seluruh alur mulai dari penerimaan, penyimpanan, penggunaan, hingga pengawasan BBM di PLN ULP Saketa harus dibuka secara transparan melalui jalur hukum.
Pemuda Saketa memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mengancam akan melakukan aksi boikot terhadap kantor PLN ULP Saketa apabila pihak berwenang tidak segera mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi pelayanan dan mengusut tuntas dugaan mafia BBM tersebut.
"Kami beri perhatian serius terhadap persoalan ini. Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan mengambil sikap dengan melakukan boikot PLN Saketa," tegas Rizki. (Ar/red)
