![]() |
| Pengerjaan Jalan Tani di Desa Waimili |
Proyek strategis sepanjang 20 kilometer yang tersebar di 5 titik desa ini, dirancang untuk mendongkrak perekonomian masyarakat lokal secara instan.
Petugas Teknis Lapangan CV Seribu Titik Konstruksi, Sardi Halil, mengungkapkan bahwa dari total 5 desa target program Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pekerjaan di 4 desa sudah berjalan optimal menuju tahap penyelesaian, sementara 1 desa tersisa akan segera disentuh bulan depan.
Progres di Desa Waimili, pekerjaan fisik telah selesai 100 persen. Untuk Desa Maffa, memasuki tahap akhir dan sedang menunggu hujan untuk proses pemadatan jalan.
Sementara untuk Desa Kebun Raja, pekerjaan saat ini sedang dalam proses penimbunan dan perapian jalan. Desa Lalubi dalam proses penimbunan fisik jalan, dan Desa Sumber Makmur, pekerjaan akan dimulai bulan depan.
"Kami sengaja fokus menyelesaikan pekerjaan di empat titik luar terlebih dahulu. Setelah itu selesai, seluruh alat berat seperti ekskavator dan bomag (stoom) akan langsung dimasukkan sekaligus ke Desa Sumber Makmur agar kerja lebih efektif," jelas Sardi saat memberikan keterangan, Senin (31/08/2026).
Meskipun kontrak kerja proyek tersebut baru akan berakhir pada November mendatang, pihak kontraktor optimis pekerjaan dapat diselesaikan jauh lebih cepat.
"Target awal sebenarnya selesai bulan ini, namun ada sedikit pergeseran waktu akibat kendala teknis dan cuaca. Kemungkinan besar bulan depan seluruh pekerjaan di lima titik sudah rampung total," tambah Sardi.
Dampak positif dari pembangunan infrastruktur ini sudah mulai dirasakan langsung oleh warga setempat. Jalan tani yang kini jauh lebih layak mengubah drastis mobilitas para petani dalam mengangkut hasil bumi bulanan, khususnya kelapa.
"Dulu, masyarakat membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari untuk mengeluarkan hasil kebun dari dalam ke luar. Sekarang, setelah jalan ini dibangun, akses transportasi menjadi sangat cepat, hanya butuh waktu 10 menit saja," tutup Sardi.
Dengan terpangkasnya waktu tempuh tersebut, ongkos logistik pertanian warga dipastikan menurun drastis, dan kesejahteraan petani dapat meningkat pesat. (Ar/red)
