Atasi Kendala Geografis, Dikbud Malut Integrasikan AI dan Dapodik Lewat SASADU

Sebarkan:
Foto usai Peluncuran Aplikasi SASADU
TERNATE, PotretMalut - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan SASADU. Sebuah aplikasi digital inovatif yang dirancang untuk merevolusi pendataan sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah.

Peluncuran aplikasi yang merupakan akronim dari Sinergi Analisa Sarpras, Aset, Data dan Aduan ini, berlangsung di Sahid Bela Hotel Ternate, Rabu (23/09/2026).

Aplikasi berbasis web ini mengintegrasikan proses pendataan, verifikasi, penetapan prioritas, hingga perkiraan kebutuhan biaya rehabilitasi sekolah ke dalam satu platform tunggal. 

Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan geografis Maluku Utara yang berbentuk kepulauan, di mana 230 Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebar secara masif di 105 kecamatan dan 10 kabupaten/kota. Selama ini, verifikasi fisik ke lapangan memakan waktu dan biaya yang sangat besar.

Berbeda dengan sistem lama yang mengharuskan pengisian dari nol, SASADU memanfaatkan integrasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Identitas sekolah, data ruang, dan meubelair sudah terisi secara otomatis sejak awal.

"Operator sekolah cukup memeriksa kembali, memperbaiki bagian yang tidak sesuai, serta melengkapi data yang belum tercatat," ujar Hasanuddin.

Metode ini secara tidak langsung membantu memetakan selisih data di lapangan sehingga mutu Dapodik ikut meningkat.

Guna menghindari penilaian subjektif atau penanganan kasus per kasus, SASADU menerapkan sistem pemeringkatan otomatis berbasis 5 unsur utama dengan bobot yang transparan.

"5 unsur utama ini diantaranya kerusakan bangunan, kekurangan ruang kelas, prasarana wajib, kepadatan peserta didik, serta kerusakan meubelair," sebut Hasanuddin.

Yang menarik, sebut Hasanuddin, sistem ini juga menghitung perkiraan biaya pembangunan menggunakan Indeks Kemahalan Konstruksi yang disesuaikan dengan harga satuan masing-masing kabupaten/kota.

"Aplikasi ini juga dilengkapi fitur kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi sebagai pendamping pengambilan keputusan," terang Hasanuddin.

AI bertugas membaca kalkulasi angka dan menyusun penjelasannya ke dalam narasi bahasa yang mudah dipahami, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan perencanaan dinas.

Salah satu fitur unggulan SASADU adalah Layanan Aduan Masyarakat yang sangat inklusif. Peserta didik, orang tua, guru, komite sekolah, hingga warga sekitar dapat melaporkan kondisi kerusakan sarpras di sekolah mereka tanpa perlu membuat akun atau memiliki kode akses.

"Setiap pelapor akan mendapatkan kode tiket untuk melacak tindak lanjut, membaca respons dari Dinas, serta memberikan balasan kembali. Untuk menjamin keamanan, identitas pelapor bersifat opsional dan boleh dikosongkan," tambahnya.

Nama SASADU sendiri terinspirasi dari Rumah Adat Sasadu Suku Sahu, sebuah filosofi rumah bersama yang terbuka tanpa dinding dan pintu. Selaras dengan itu, aplikasi ini dirancang sangat ringan agar ramah diakses melalui peramban HP maupun komputer, bahkan di wilayah dengan koneksi internet terbatas.

Saat ini, kode akses telah dibagikan kepada 230 SMA di Maluku Utara. Dinas Pendidikan mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan pengisian data dengan cermat sebelum tenggat waktu yang ditentukan, demi ketepatan perencanaan anggaran sarpras pada tahun anggaran mendatang. (Tim/red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini