![]() |
| Kepala Desa Lalubi, Roland Korompis |
Program pembangunan jalan sepanjang 20 kilometer melalui APBD 2026 ini, dinilai sukses menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendongkrak perekonomian lokal secara instan.
Dampak positif infrastruktur ini langsung mengubah mobilitas petani dalam mengangkut hasil bumi, terutama kelapa. Waktu tempuh mengeluarkan hasil kebun yang dulunya memakan waktu 1 hingga 2 hari, kini terpangkas drastis menjadi hanya hitungan menit.
Penurunan drastis ongkos logistik ini diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Kepala Desa Lalubi, Roland Korompis, menegaskan bahwa seluruh masyarakat sangat mendukung penuh dan tidak ada komplain sama sekali di lapangan.
"Sejauh ini masyarakat sangat mendukung supaya proyek ini cepat selesai, agar bisa dinikmati masyarakat dan mempermudah mereka pulang pergi kebun. Untuk itu saya atas nama pemerintah desa Lalubi maupun mewakili masyarakat, kami berikan apresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah provinsi," ujar Roland, Senin (07/09/2026).
Sebelumnya, pelaksana proyek, CV Seribu Titik Konstruksi melalui Petugas Teknis Lapangan, Sardi Halil, mengungkapkan bahwa total progres fisik telah mencapai 80 persen.
Untuk Desa Lalubi, Sardi menyebutkan dari total 3 KM, jalan sepanjang 2,8 KM sudah penimbunan. "Untuk jalan di Lalubi itu nilai kontraknya Rp 456.660.000, dari total 3 KM, penimbunan sudah 2,8 KM. Kalau sudah selesaikan sisa 200 meter, lanjut perapian dan pemadatan," sebutnya.
Pihak kontraktor optimistis seluruh rangkaian proyek akan rampung jauh lebih cepat dari batas akhir kontrak kerja yang jatuh pada November mendatang. (Ar/red)
