![]() |
| Plt Kepala BWS Maluku Utara, Budi Prasetyo saat sambutan |
Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menanamkan Nilai Kejujuran dan Amanah di Lingkungan Kerja BWS Malut".
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt Kepala BWS Maluku Utara Budi Prasetyo, para kepala satker, PPK, pejabat SPM, bendahara, jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) BWS Maluku Utara, dan Al-Mukarram Ustaz Muhammad M. Saleh Sakola, sebagai penceramah.
Plt Kepala BWS Maluku Utara, Budi Prasetyo, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pegawai untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum refleksi diri.
Ia menekankan pentingnya mengimplementasikan sifat-sifat Rasulullah dalam menjalankan tugas kedinasan sehari-hari.
"Saya mengharapkan supaya acara Maulid Nabi ini tidak hanya jadi rutinitas tahunan, tapi kita juga bisa untuk refleksi diri, termasuk juga untuk bisa meneladani akhlak dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW," ujar Budi.
Budi menambahkan, keteladanan Rasulullah SAW wajib diterapkan di lingkungan kerja melalui empat sifat utama. Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Fathanah (cerdas), dan Tabligh (menyampaikan kebaikan).
Ia berharap nilai-nilai ini menjadi pedoman utama bagi seluruh pegawai BWS Maluku Utara dalam mengemban tanggung jawab.
Secara khusus, Budi juga mengapresiasi kinerja panitia dan kreativitas internal pegawai yang membawakan salawat secara mandiri.
"Ini di luar ekspektasi saya. Saya pikir sederhana, ternyata luar biasa sekali. Penampilan selawat tadi ternyata dari karyawan kita sendiri, luar biasa multifungsi," pujinya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Maulid Nabi, M. Fardan Saleh, menyampaikan bahwa meski pelaksanaan maulid di lingkungan BWS Maluku Utara sempat tertunda, esensi utamanya tidak berkurang karena tetap dilaksanakan di dalam bulan Rabiul Awal.
"Maulid ini tidak harus tepat waktu, tetapi yang penting adalah esensinya dan hikmah yang bisa kita petik," kata Fardan.
Ia menjelaskan bahwa memperingati Maulid Nabi, idealnya dilakukan setiap saat dengan cara terus bersalawat, mengenang, dan mempelajari sirah nabawiyah (sejarah kehidupan Nabi) agar bisa mencontoh perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Fardan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung menyukseskan jalannya acara.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah inti oleh Ustaz Muhammad M. Saleh Sakola yang mengulas mendalam tentang bagaimana meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai figur pemimpin dan teladan terbaik umat manusia. (Ham/red)
