![]() |
| Ilustrasi |
Namun, cita-cita mulia tersebut dinilai belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Di Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, warga hingga kini masih hidup dalam kegelapan tanpa kepastian kapan jaringan listrik akan masuk ke desa mereka.
Sardi Suleman, warga Desa Loid, menyebut Padahal, pemerintah desa telah menunjukkan keseriusan luar biasa untuk menyambut program listrik masuk desa.
"Melalui alokasi Dana Desa, pembebasan lahan milik warga untuk pembangunan fasilitas kelistrikan telah rampung diselesaikan. Lahan siap pakai sudah tersedia, namun kelanjutan realisasi fisik dari pihak terkait hingga kini masih nihil," ujar Sardi, Senin (07/09/2026).
Tanpa listrik, berbagai sektor krusial di Desa Loid lumpuh dan tertinggal. Aktivitas belajar anak-anak terhambat pada malam hari dan digitalisasi sekolah tidak dapat berjalan, fasilitas medis desa kesulitan menyimpan obat-obatan dan mengoperasikan alat kesehatan dasar, serta kegiatan ekonomi produktif warga mandek. Akses informasi digital menjadi barang mewah yang sulit dijangkau.
Sardi secara terbuka mewakili masyarakat Desa Loid, mendesak wakil rakyat, baik anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil Halmahera Selatan maupun DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, untuk segera mengambil langkah nyata.
Mereka dituntut menggunakan hak dan fungsi legislatif untuk menekan pemerintah daerah, PT PLN (Persero), dan kementerian terkait agar segera merealisasikan jaringan listrik di desa mereka.
"Kami sudah menyiapkan lahan, pembebasan lahan juga telah selesai dengan anggaran desa. Yang kami butuhkan sekarang adalah kepastian konkret, kapan listrik masuk ke Desa Loid. Pemerataan pembangunan jangan hanya dirasakan oleh masyarakat di kota saja," tegasnya. (Ar/red)
