![]() |
| Pembahasan relokasi sekolah antara Pemprov dan pihak perusahaan |
Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB Formmalut) Jabodetabek, Hamdan Halil.
Lelaki yang juga mantan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Halmahera Tengah ini menyebutkan, tercatat baru tiga perusahaan tambang yang membangun sekolah di Indonesia.
Tiga perusahaan tambang itu diantaranya PT Smart Marsindo, yang akan membangun gedung SMA Negeri 3 Halmahera Tengah di Pulau Gebe, Halmahera Tengah. Peletakan batu pertama direncanakan pada 3 September 2025, dengan luas lahan 1 hektare di Desa Sonof Kacepo yang telah disiapkan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah.
Kedua, PT Freeport Indonesia, membangun sekolah TK Mamunuok di Kampung Utikini Baru, Mimika.
Ketiga, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), membangun sekolah PAUD Al Ikhlas di Desa Cikeas Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Hamdan menyebut, ada beberapa perusahaan yang terkategori kerja sama pendidikan dan fasilitas pendukung.
Yaitu PT Vale Indonesia Tbk, bekerjasama dengan Unhas untuk membangun sekolah vokasi pertambangan di Luwu Timur.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA), meresmikan gedung sekolah bertaraf internasional di Muara Enim. PT Timah Tbk, mendukung sektor pendidikan di Kabupaten Karimun, termasuk pembangunan pagar sekolah PAUD Sawang.
"Patut mendapat apresiasi publik, PT Smart Marsindo hanya dengan luas area konsesi 666,30 hektare di Pulau Gebe, dibanding perusahaan tambang dengan area konsesi puluhan ribu hektare, namun tidak memiliki sense of crisis dan komitmen maju sejahtera bersama masyarakat," ujar Hamdan, Minggu (24/08/2025).
Menurut Hamdan, Smart Marsindo dalam kegiatan realisasi program pemberdayaan masyarakat (PPM/CSR) tak tanggung-tanggung menunjukkan komitmen membangun dan berdaya bersama masyarakat.
Melalui berbagai program, baik bantuan dan dukungan fasilitas kesehatan, bantuan pendidikan, dan fasilitas penunjang aksesibilitas penghubung antar pulau.
"Smart Marsindo sejauh ini telah menyerahkan bantuan 1 unit perahu longboat dilengkapi 4 unit mesin Yamaha 40 PK dan baju pelampung kepada masyarakat Desa Umiyal, bantuan mobil ambulans, bantuan puluhan unit laptop kepada siswa, bantuan satu unit truk angkutan sampah dan bus sekolah. Terbaru Smart Marsindo membangun gedung SMA dengan nilai fantastis," bebernya.
Pembangunan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap optimalisasi pendidikan kepada masyarakat Pulau Gebe mengingat gedung sekolah yang lama dianggap sudah tidak memadai. Pihak sekolah, camat, pemerintah daerah dan masyarakat luas antusias menyambut baik pembangunan ini.
Pembangunan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan motivasi bagi siswa dan guru.
"Sebagai alumni, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri, karena perusahaan sangat responsif menjawab kebutuhan masyarakat Pulau Gebe,” tuturnya.
Menurut Hamdan, PT Smart Marsindo menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaku industri tambang, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah.
"Ini patut diberi apresiasi agar semangat pengelolaan sumber daya alam menyelaraskan fungsi produksi, fungsi sosial dan fungsi ekologis, yang berdampak pada penguatan pembangunan SDM, sosial ekonomi rakyat, disamping menjaga daya dukung lingkungan,” tandas Hamdan sembari mengajak perusahaan lain mengambil keteladanan dari PT Smart Marsindo.
Senada, apresiasi terhadap Smart Marsindo juga datang dari Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara. Koordinator KATAM, Muhlis Ibrahim, menyatakan PT Smart Marsindo sejauh ini cukup baik dalam merealisasikan program pengembangan masyarakat. Di samping itu, perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan di Pulau Gebe tersebut sangat taat pada regulasi.
"Sejauh ini perusahaan tersebut sangat terbuka bagi semua dan selalu menerima masukan dan kritik dari pihak apapun. Sikap ini penting untuk kita apresiasi," ujarnya.
Sepengetahuan KATAM, sejauh ini sejak mulai beraktivitas, banyak hal telah dilakukan oleh perusahaan tersebut. Mulai dari pengembangan ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.
"Untuk itu, penting bagi kita mendukung serta terus intensif mengawasi jalannya perusahaan tambang tersebut," tandas Muhlis. (Rls)
